Breaking News:

Pabrik Obat Keras di Sumedang

Disangka Rumah Kosong, Warga Sekitar Tak Menyangka Rumah di Paseh Sumedang Jadi Pabrik Psikotropika

Warga yang tinggal di dekat rumah milik salah satu tersangka berinisial OT itu tak menyangka disulap menjadi pabrik obat ilegal berbahaya.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menggerebek sebuah rumah di Dusun Sukamulya, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang yang diduga dijadikan tempat memproduksi psikotropikasi, Minggu (22/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat berhasil menggagalkan peredaran jutaan butir obat psikotropika jenis double L di wilayah hukumnya.

Polisi juga menggrebek dan menangkap 3 orang tersangka pembuat pil haram itu di Dusun Sukamulya RT09/03, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (22/8/2021).

Mereka adalah MHN, OT, dan EN.

Meski begitu, warga yang tinggal di dekat rumah milik salah satu tersangka berinisial OT itu tak menyangka disulap menjadi pabrik obat ilegal berbahaya.

"Saya tidak menyangka sama sekali jika rumah tersebut dijadikan pabrik obat ilegal. Setiap harinya terlihat kosong," ucap Dadang Sutisna (60), Ketua RW setempat saat ditemui Tribun Jabar.id di lokasi.

Dadang menuturkan, pihaknya tidak mengetahui rumah tersebut kini milik siapa. Sebab, kata Dadang, pemilik rumah tidak pernah melapor.

"Dulu, rumah ini dulunya milik Almarhum Ibu Yati, dan sudah 3 tahun kosong. Kalau sekarang gak tau rumah tersebut milik siapa, gak pernah melapor," ucapnya.

Senada dikatakan Lili Suryana, warga setempat menyebutkan, pihaknya tak menyangka rumah tersebut dijadikan tempat pembuatan obat haram.

Baca juga: Polisi Sita Jutaan Pil Psikotropika Senilai Rp 2,4 Miliar di Paseh Sumedang, Dijual Sampai Surabaya

Menurutnya, ia tak pernah melihat aktivitas mencurigakan di rumah yang berada di Jalan Raya Bandung -Cirebon itu.

"Posisi rumah saya kan menempel dengan bagian belakang rumah tersebut, namun sama sekali tidak pernah terdengar suara sedikitpun yang ditimbulkan dari aktivitas di dalam rumah. Gerbang rumah pun selalu terturup rapat, sama sekali gak pernah terlihat ada orang," kata dia.

"Saya kaget, pas saya pulang dari Bandung, tahu-tahu ada penggerebekan pabrik obat terlarang oleh polisi," ujar Lili, menambahkan (*)

Baca juga: BREAKING NEWS : Polisi Gerebek Sebuah Rumah di Sumedang, Diduga Jadi Tempat Produksi Psikotropika

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved