Breaking News:

Pemkab Bandung Optimistis Telurkan Varietas Tembakau Unggulan

Pemkab Bandung melalui Dinas Pertanian terus berusaha melakukan penyeragaman varietas tembakau unggulan dari beberapa tahun lalu. Kepala Dinas Pertani

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: bisnistribunjabar
Dok. Pemkab Bandung
Dadang Supriatna Bupati Bandung dan Sahrul Gunawan Wakil Bupati Bandung 

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG, Pemkab Bandung melalui Dinas Pertanian terus berusaha melakukan penyeragaman varietas tembakau unggulan dari beberapa tahun lalu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran didampingi Kepala Bidang Perkebunan Nursadiah mengatakan, Kabupaten Bandung masuk dalam lima kabupaten di Jawa Barat sebagai daerah penghasil tambakau.

Tisna Umaran Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung
Tisna Umaran Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung (Dok. Pemkab Bandung)

"Namun hingga saat ini masih belum memiliki varietas unggulan tersendiri. Varietas khusus Kabupaten Bandung itu adalah Mole Hitam, tapi karena penanaman tidak seragam, jadi varietas unggulannya tidak menonjol," ujar Tisna di Soreang, Kamis (19/8).

Padahal, lanjut Tisna, Kabupaten Bandung memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadikan Mole Hitam sebagai varietas unggulan. Hal ini karena didukung ketersediaan lahan yang mencapai hingga 1.524 hektare.

"Perkebunan tembakau sendiri tersebar di 17 kecamatan dari 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung. Sentra terbesarnya ada di Kecamatan Cikancung, Paseh, dan Ibun," kata Tisna.

Cakra Amiyana Sekda Kabupaten Bandung
Cakra Amiyana Sekda Kabupaten Bandung (Dok. Pemkab Bandung)

Tisna mengatakan, dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini, pihaknya optimistis varietas unggulan bisa muncul di tahun depan. "Apalagi sudah tiga tahun ini kami bekerja keras melakukan uji multi lokasi," katanya.

Nursadiah menambahkan tembakau di Kabupaten Bandung potensinya cukup bagus. "Di sini perkebunan tembakau luasnya mencapai 1.500 hektare, tapi kita belum punya varitas unggulan. Artinya kan tidak seragam, sehingga kita ingin ke depannya punya nilai tambah dengan memiliki varietas unggulan," katanya.

Kini, kata dia, para petani ada yang menggunakan bibit dari Garut, Tanjungsari dan lainnya. Jika kabupaten lain punya varietas sendiri, maka Kabupaten Bandung belum punya. Kini pihaknya berusaha untuk bisa memiliki varietas unggulan.

"Jadi mudah-mudahan kalau sudah punya varietas unggulan, mereka bisa pergunakan dan bisa menjual benih tembakau itu," ujarnya.

Nursadiah mengatakan, kini Dinas Pertanian, mendapatkan anggaran dari DBHCHT tahun ini sebesar Rp 3.402.176. 500. Anggaran tersebut digunakan untuk beberapa program. "Seperti pengembangan sarana pertanian, kegiatannya kordinasi sinkronisasi master plan sarana dan pra sarana, sarana kawasan dan perkebunan," katanya.

Nursadiah mengatakan untuk koordinasi dan sinkronisasi di bidang perkebunan itu salah satunya uji mutu lokasi. "Ada budidaya tembakau, peremajaan kopi, pengembangan alpukat, uji kadar tembakau, uji nikotin, jeruk lemon, sidang pelepasan tembakau, uji ketahanan penyakit dan lainnya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved