Breaking News:

Buruh Pabrik di Purwakarta Bakal Pakai Aplikasi Ini Setiap Masuk Kerja, Bisa Ketahuan dari Zona Apa

Sejumlah pabrik di Purwakarta ditinjau Forkopimda guna memantau uji coba penerapan protokol kesehatan ketat berbasis aplikasi.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Darajat Arianto
Tribunjabar.id/Dwiky Maulana V
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika beserta Wakapolres Purwakarta Kompol Satrio dan Dandim 0619 Purwakarta Letkol Arm Krisrantau Hermawan saat Pelaksanaan Vaksinasi di Klinik Polres Purwakarta, Sabtu (26/6/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sejumlah pabrik di Purwakarta ditinjau Forkopimda guna memantau uji coba penerapan protokol kesehatan ketat berbasis aplikasi.

Aplikasi Peduli Lindungi kemungkinan akan diterapkan untuk aktivitas industri pada September 2021, Dandim 0619 Purwakarta Letkol Arm Krisrantau mengatakan, peninjauan tersebut merupakan serangkaian persiapan pelaksanaan protokol kesehatan pada aktivitas industri.

"Hasil rapat virtual kami, bahwa berdasarkan arahan Kemenko Marves, pelaksanaan protokol kesehatan di pabrik berbasis aplikasi ini akan mulai diterapkan bulan depan. Tapi kami perlu melihat sejauh mana kesiapan perusahaan-perusahaan di Purwakarta ini," ujar Dandim kepada awak media seusai meninjau PT Indofood, Desa Cikopo, Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jumat (20/8/2021).

Ia mengungkapkan, ke depan pemberlakuan sistem ini juga diharapkan berjalan efektif, hal itu juga telah diatur sesuai dengan rencana Menteri Perindustrian.

"Sistem tersebut menekankan agar setiap karyawan yang bekerja benar-benar orang yang sehat serta sudah divaksin, artinya jika ada yang kurang fit mereka bisa diliburkan dulu untuk berobat dan memulihkan kesehatannya," kata Krisrantau.

Bahkan para buruh atau karyawan pabrik pun wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi tersebut.

"Artinya setiap karyawan yang keluar masuk pabrik juga wajib menggunakan aplikasi tersebut, di situ ada sistem QR yang bisa dipindai, nanti ketahuan dia tinggal dimana zona risikonya seperti apa," ujar Krisrantau.

Ke depan sistem tersebut juga menunjukkan seseorang sudah divaksin atau belum.

"Misal ketika dipindai dia warnanya biru berarti sudah dua kali vaksin, pas dipindai ternyata merah, orang tersebut belum divaksin sama sekali, nah orang ini tidak diperbolehkan masuk area pabrik," ujarnya.

Sistem penerapan protokol kesehatan berbasis aplikasi tersebut akan diterapkan karena hingga saat ini klaster industri menjadi penyumbang terbesar kasus positif COVID-19 di Purwakarta.

"Pastinya kami akan selalu evaluasi, nah di Indofood ini, kami sedang dalam tahap uji coba sejauh mana efektivitasnya, jika sudah maksimal di awal September nanti kami mulai terapkan di semua perusahaan," kata Krisrantau.

Ia juga berharap baik perusahaan dan karyawan bisa memaksimalkan upaya tersebut, karena hal itu dilakukan untuk mengurangi kasus tren positif COVID-19 harian di Purwakarta. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved