Breaking News:

Rumah Sakit di Bandung Terapkan Tarif Tes PCR Terbaru Sesuai Instruksi, Ini Perincian Harganya

Sejumlah rumah sakit di Kota Bandung sudah melakukan penyesuaian tarif polymerase chain reaction (PCR) sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ilustrasi tes PCR 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Bandung sudah melakukan penyesuaian tarif polymerase chain reaction (PCR).

Penyesuaian harga itu dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo mengenai harga tertinggi tes PCR senilai Rp 495 ribu.

Humas RS Immanuel Bandung, dr. Grace E Purnomo mengatakan, penyesuaian sudah dilakukan sejak 17 Agustus 2021.

"Sudah sesuai dengan edaran. Sekarang harganya menjadi Rp 495 ribu, awalnya kan Rp 850 ribu sesuai dengan edaran yang sebelumnya juga," ujar dr. Grace, saat dihubungi, Kamis (19/8/2021).

Grace mengatakan, saat kebijakan penurunan harga di keluarkan Presiden, pihaknya masih memiliki stok alat PCR yang harusnya dikenakan tarif lama yakni Rp 850 ribu.

"Ya, pasti ada (stok lama), tapikan edarannya seperti itu (penurunan harga) jadi harus, masyarakat juga kayaknya sudah tahu, soalnya begitu ada kebijakan kita langsung ikutin," katanya.

Demikian juga dengan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung yang sudah mengikuti kebijakan Presiden terkait harga PCR.

"Udah, RSKIA sudah berlaku. Edarannya juga ada dan di website juga sudah kita keluarkan harganya sekian Rp 495 ribu," ujar Dirut RSKIA, Taat Tagore.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved