Saat Jadi Mahasiswa Unpar Sering Ngutang ke Pedagang di Kampus, Setelah Jadi Alumni Bagikan Duit

Ikatan Alumni Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta kepada setiap 92 pedagang

Tribun Jabar / Muhammad Syarif Abdussalam
Ikatan Alumni Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta kepada setiap 92 pedagang di sekitar Kampus Unpar. Selama ini, mereka terdampak pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ikatan Alumni Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta kepada 92 pedagang di sekitar Kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit Bandung. Selama ini, mereka terdampak pandemi Covid-19.

Ketua IKA Unpar, Ivan P Sadik mengatakan gerakan donasi ini dimulai dua pekan lalu dan terkumpul Rp 140 juta. Pedagang sekitar kampus jadi penerima bantuan tidak lepas dari nostalgia.

Pasalnya, para alumni Unpar ini, semasa jadi mahasiswa, sering ngutang pada para pedagang di sekitar kampus.

“Para pedagang ini dulu waktu saya dan teman-teman masih kuliah suka membantu kami kasbon agar tetap bisa makan, terutama di akhir bulan. Jadi, sekarang kami yang bantu meringankan mereka yang kondisinya sedang sulit,” katanya melalui siaran digital, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Kebijakan Terbaru PPKM di Kota Bandung, Ada Pelonggaran untuk Dua Tempat Favorit Warga

Gerakan sosial ini dipastikan akan terus berlanjut dengan menyasar berbagai sektor, termasuk para pelaku ekonomi kreatif. Ia pun berkomitmen siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Koordinator penyaluran bansos dari IKA Unpar Jan Sangapan Hutabarat mengatakan ada 92 pedagang di sekitar kampus yang diberikan bantuan tunai sebesar Rp 1 juta. Penyaluran bantuan dalam rangka hari kemerdekaan Indonesia ke-76. 

Menurut Jan, ada 70 persen warung pedagang di sekitar kampus tersebut yang gulung tikar karena tidak ada aktifitas mahasiswa selama pandemi. Warga sekitar hingga juru parkir pun medapat bantuan berupa paket makanan.

"Karena memang mahasiswa enggak ada dan perkuliahan dilakukan secara daring. Bahkan ketika kami berkeliling kita lihat suasana sekitar itu cukup mencekam pada malam hari yang biasanya kalau normal itu cukup ramai," kata Jan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved