Breaking News:

Facebook Ingin Semua Orang Nyaman Bermedia Sosial, Konten Hoaks Pasti Didelet, Akun Bisa Dihapus

Facebook memastikan akun yang kerap memposting berita palsu atau hoaks yang berpotensi membahayakan pengguna media sosial, bakal dihukum.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Capture Live Facebook Tribunjabar
Karissa Sjawaldy (kanan), Manajer Kebijakan Publik untuk Facebook Indonesia saat berbincang dengan Tribun Network dalam tema "Merdeka Berpendapat Merdeka dari Hoax," yang disiarkan live Facebook di Tribunjabar.id, Rabu (18/8/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jangan merasa heran jika konten Anda dihapus oleh Facebook, atau tiba-tiba akun dihapus dan tak bisa diakes.

Manajemen Facebook memastikan akun yang kerap memposting berita palsu atau hoaks yang berpotensi membahayakan pengguna media sosial, bakal mendapatkan hukuman.

Hukuman itu mulai dari penghapusan konten hingga menutup akses masuk ke Facebook.

"Kami ingin menciptakan kenyamanan bagi semua orang saat bermedia sosial. Maka, semua orang juga harus berpikir kritis dan berempati saat masuk ke dunia medsos," ujar Karissa Sjawaldy, Manajer Kebijakan Publik untuk Facebook Indonesia saat berbincang dengan Tribun Network dalam tema "Merdeka Berpendapat Merdeka dari Hoax," yang disiarkan live Facebook di Tribunjabar.id, Rabu (18/8/2021).

Dijelaskan dia, sekalipun seseorang membuat akun baru setelah akun pertamanya ditutup, Facebook tetap akan menindak jika akun tersbeut terdeteksi kerap menyebarkan informasi salah atau hoaks.

Baca juga: Hina Tenaga Medis di Facebook Setelah Kakak Dinyatakan Positif Covid, Ovin Dilaporkan ke Polisi

Demikian dengan akunnya, juga bisa dihapus lagi.

"Jadi kami tetap akan mereview konten, kalau isinya disinformasi, ya kami hapus. Lalu, jika akunnya terindikasi perilakukanya seperi aku palsu, kami juga akan menghapusnya," ujarnya.

Menurut Karissa, Facebook memiliki sekitar 30 ribuan tim reviewer konten dengan 30 bahasa di dunia.

Mereka akan mereview laporan-laporan dari masyarakat terkait disinformasi.

Jika laporan trsebut ternyata hoaks, pihak Facebook juga akan mengecek kepada pihak ketiga yang meiliki konsentrasi pada cek fakta. Selanjutnya, Facebook akan menghapus jika konten tersebut ternyata hoaks atau membahayakan.

Disebutkan, sejak pandemi Covid-19 muncul di dunia, tercatat ada sekitar 18 juta disinformasi atau hoaks.

Bagaimana perkembangan hari ini? Informasi hoaks ternyata tetap masih banyak. Tidak hanya isu Covid-19 tapi juga pada topik-topik yang lain.

Baca juga: Kumpulan Puisi Kemerdekaan untuk Sambut HUT ke-76 RI, Jadikan Status WA atau Postingan Facebook

Kepada masyarakat pengguna media sosial, Facebook mengajak untuk berperilakuk bijak, kritis dan berempati kepada pengguna media sosial lain.

Jika menerima suatu informasi, sebaiknya disaring, ditahan, dikiritisi, dipertimbangkan baik dan buruknya sebelum dibagikan.

"Di lingkungan keluarga bisa dilakukan. Menginformasukan kepada keluarga bahwa informasi itu hoaks dan tidak membagikannya. Berperilaku kristis dan berempati, akan membuat semua pengguna media sosial menjadi nyaman," ujarnya. (Tribunjabar.id/Kisdiantoro)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved