Breaking News:

DPRD Kota Bandung Desak Pemkot Efisiensi Belanja dan Tak Ada Kebocoran Pajak Untuk Sehatkan Anggaran

DPRD Kota Bandung meminta  Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan empati di tengah pandemi dengan mengefisiensikan belanja di sisa tahun anggaran

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/TIAH SM
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Ade Supriadi menyumbangkan gajinya untuk disumbangkan kepada warga Kota Bandung, Rabu (4/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - DPRD Kota Bandung meminta  Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan empati di tengah pandemi dengan mengefisiensikan belanja di sisa tahun anggaran 2021.

Pemkot Bandung juga diwajibkan menargetkan nihil kebocoran pajak demi menyehatkan anggaran di tengah minimnya pendapatan.

“Ini ultimatum. Saya minta tidak boleh ada lagi kebocoran pajak. Jajaran Pemkot wajib empati saat anggaran terbatas, belanja harus efisien dan pajak tak boleh bocor,” ujar Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung Ade Supriadi, seusai mengikuti Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Bandung dengan agenda pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA), di Gedung DPRD Bandung, Rabu (18/8).

Ade menjelaskan, Pemkot Bandung wajib mengetatkan anggaran belanja dan menghindarkan dari kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu mendesak. Efisiensi anggaran mutlak harus diarahkan kepada pos-pos usulan kegiatan prioritas.

Di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung, prioritas anggaran telah disepakati DPRD dengan Pemkot Bandung agar bisa terserap kepada peningkatan layanan dasar kesehatan dan pemulihan ekonomi.

"Demi efisiensi dan ketepatan sasaran pemanfaatan anggaran, DPRD Kota Bandung bakal terus mengawasi pelaksanaan kegiatan seluruh dinas di Pemkot Bandung," ujar Ade.

Ade mengatakan, ia tidak mau mendengar ada sisa anggaran di akhir tahun atau pemanfaatan anggaran untuk kegiatan dan program non prioritas hanya demi penyerapan anggaran.

“Sering dengar ada kegiatan dengan maksud untuk menyerap anggaran. Jika masih terjadi di tengah pandemi, itu namanya nirempati. Saya ingatkan agar seluruh pengguna anggaran untuk berempati pada warga yang tengah dirundung kesulitan,” ucap Ade.

Ade mendesak kepada pelaksana anggaran untuk menyiapkan pos-pos kegiatan dan program yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 yang lebih mendesak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved