Breaking News:

Manfaat PPKM, Pasien Covid-19 di Rumah Sakit di Jabar Sudah Menurun Hingga 29 Persen

Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Jabar terus menurun sejak berlaku PPKM pada 3 Juli 2021. 

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Dok Biro Adpim Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani letter of intent (LoI) dengan Monash University dalam revitalisasi DAS Citarum di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (22/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Jabar terus menurun sejak berlaku PPKM pada 3 Juli 2021. 

Setelah menyentuh angka 90,91 persen pada 2 Juli 2021, BOR di Jabar saat ini sekitar 29 persen. 

Menurutnya, penanganan Covid-19 yang intens membaik, akan disertai dengan percepatan dan perluasan vaksinasi Covid-19. Saat ini, penyuntikan vaksin Covid-19 di Jabar mencapai 200.000 ribu dosis per hari. 

"Berita baiknya hari ini Jabar sudah 200.000 vaksinasi per hari. Tertinggi se-Indonesia," ujar Kang Emil sapaan Gubernur Jabar saat menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Jawa-Bali via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (16/8/2021) malam.

Ridwan Kamil akan terus meningkatkan cakupan penyuntikan vaksin COVID-19 hingga 400.000 dosis per hari. Hal itu dilakukan agar target pembentukan kekebalan komunal atau herd immunity pada akhir 2021 dapat terealisasi. 

"Target kami 400 ribu per hari agar Desember beres dengan catatan jatah vaksin untuk kami 15 juta per bulan bisa dipenuhi oleh Kemenkes," ucapnya.

Baca juga: Rangkuman Doa Memohon Keselamatan untuk Negara Indonesia, Dipanjatkan di Momen Hari Kemerdekaan RI

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi penurunan BOR di Jabar. 

"Terima kasih Pak Gubernur memang angka-angka di Jabar ini saya lihat spektakuler membaik terus, terutama BOR-nya," ujar Luhut secara virtual 

Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, sejak PPKM diterapkan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 maupun kasus aktif, terus menurun. Hal ini menunjukkan efektivitas dari penerapan kebijakan pemerintah.

"Saya kira kondisi di Jawa-Bali terus mengalami perbaikan, kasus terkonfirmasi turun 76 persen dan kasus aktif turun 53 persen dari puncaknya. Namun kita harus tetap waspada," ucapnya.

Dalam rakor virtual yang dihadiri gubernur se-Jawa-Bali tersebut, Luhut meminta daerah memaksimalkan perawatan pasien COVID-19 di tempat isolasi terpusat (isoter).

"Kalau 75 persen isoman bisa dipindahkan ke isoter itu sudah pasti bisa mengendalikan, untuk itu saya minta ini jadi perhatian semua agar isoter dilakukan secara masif," ucapnya.

Luhut menambahkan, saat ini, kematian pasien isoman masih terbilang tinggi, termasuk kematian pada ibu hamil akibat varian delta. 

"Terdapat kecenderungan kematian ibu hamil akibat varian delta, kemarin Pak Presiden RI Joko Widodo sudah berikan arahan agar ada isoter sendiri untuk ibu hamil," katanya. (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved