Eks Napiter Bom Hadiri HUT RI di Luar Pagar Balai Kota, Begini Awal Kesadaran dan Kembali Akui NKRI

Eks Napi Teroris  Robi Rubiansyah pelaku teror peledakan bom di Vihara Ekayana Jakarta Barat pada tahun 2013, menceritakan latar belakang hidupnya

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
Robi Rubiansyah (kiri) seorang eks napiter, dengan memakai masker cokelat sedang hormat bendera dan menyanyikan Indonesia Raya di luar pagar Balai Kota Sukabumi, Selasa (17/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Eks Napi Teroris  (Napiter) Robi Rubiansyah pelaku teror peledakan bom di Vihara Ekayana Jakarta Barat pada tahun 2013, menceritakan latar belakang hidupnya hingga akhirnya ia bisa kembali mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Indonesia sebagai negaranya.

"Jadi dulu sewaktu SMA saya sempat mencari bagaimana hidup yang benar, hingga akhirnya saya bertemu dengan kelompok yang dianggap radikal yaitu JI sebelum pecah dan sekarang berubah menjadi JAD, hingga akhirnya terlibat dalam teror bom Vihara Ekayana, Jakata Barat pada 2013," ucap Rubi, saat berbincang dengan Tribunjabar.id, Selasa pagi (17/8/2021), seusai menghadiri HUT ke-76 RI di Balai Kota Sukabumi.

Pasca tertangkap Densus 88, kata Rubi, ia sempat menjalani penjara di Lapas Tanjung Gusta Mendan.

Lalu dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya dan bertemu dengan kombatan-kombatan pelaku teror lainnya salah satunya yang ia kenal Ali Imron pelaku Bom Bali I.

Kemudian dipindahkan ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, hingga ia bebas tahun 2017.

"Sejak saya masuk tahanan di Lapas Tanjung Gusta Medan, saya sempat berfikir balik dengan kejadian dialami. Setelah di pindah Ke Rutan Polda Metro saya bertemu dengan Ali Imran berdiskusi tentang arah hidup kami. Bahkan sebelum saya keluar sempat bertemu Umat Patek berdiskusi terkait dengan pola hidup yang baik dan benar," katanya.

Saat Rubi masih menjalani tahanan, ia mengalami peristiwa yang bisa menyadarkan dirinya, pada saat istrinya melahirkan dan ibunya meninggal tidak bisa menghadiri dan menyaksikannya.

"Dari situlah awal mula titik kembali saya sadar, mulai bertemu dengan Ali Imran, Umar Patek dan peristiwa yang menimpa keluarga., Mungkin itu semua teguran, hingga akhirnya saya bertekad kembali ke pangkuan NKRI dan untuk menjalani hidup seperti layaknya biasa," ucapnya.

Sejak pukul 07.30 WIB Rubi sudah berada di Balaikota dengan cara berjalan kaki dari rumahnya Kelurahan  Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, tanpa diundang Robi, datang sendiri ke Balai Kota Sukabumi.

Meski ia berada diluar pagar Balaikota, saat pengibaran bendera ia pun terlihat hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sama seperti yang lainnya.

Saat berbincang dengan Tribunjabar.id, Robi Rubiansyah mengaku, kedatangannya tersebut sebagai rasa cintanya terhadap NKRI, sehingga ia menyempatkan hadir dalam peringatan HUT ke-76 RI di Balai Kota Sukabumi.

"Ini sebagai rasa kecintaan saya kepada tanah air Indonesia, yang sebelumnya tidak bisa saya lakukan akibat jalan hidup yang kami tempuh pada masa itu," ujarnya kepada Tribunjabar.id, seusai menghadiri upacara HUT ke-76 RI di Balai Kota Sukabumi. 

Baca juga: Saat Menjadi Inspektur Upacara HUT RI, Oded Bilang Musuh Sekarang Bukan Penjajah Tapi Wabah Covid-19

Dalam momentum HUT ke-76 RI ini Rubi pun mengajak kepada semua anak bangsa untuk saling menghormati, dan bergandengan tangan dalam perbedaan.

"Kita sudah saatnya untuk kembali bergandengan tangan antar anak bangsa, tidak ada perpecahan, akibat perbedaan akidah," ucap Rubi.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved