Selasa, 28 April 2026

BOR di Jabar Tinggal 30,6 Persen, Tasikmalaya Tertinggi dengan 55 Persen, Bandung Raya Berapa?

Berdasarkan laman Pusat informasi Covid-19 (Pikobar), pada Minggu (15/8/2021) jumlah BOR di Jabar berada di angka 30,69 persen.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Posisi angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Jawa Barat secara umum mengalami penurunan.

Berdasarkan laman Pusat informasi Covid-19 (Pikobar), pada Minggu (15/8/2021) jumlah BOR di Jabar berada di angka 30,69 persen.

Angka tersebut, menurun 1, 67 persen dibandingan hari kemarin.

Jumlah ini didapat dari 341 rumah sakit di Jabar yang melayani pasien Covid-19.

Dari sejumlah daerah di Jabar, Bandung Raya masih tinggi dibanding Kota/Kabupaten lainnya.

Kawasan Bandung Raya berada di angka 35,5 persen. Sementara di kawasan Bodebek angkanya berada di 32,99 persen.

Kemudian kawasan Purwasuka 19,11 persen, Ciayumajakuning 27,99 persen, Priangan Barat 32,08 persen, dan Priangan Timur berada di angka 25,81 persen.

Untuk daerah yang BOR-nya masih tinggi ada di Kabupaten Tasikmalaya dengan 55 persen.

Diikuti Kabupaten Majalengka dengan 46,56 persen dan Kabupaten Ciamis 45,16 persen.

Kabupaten Garut menjadi daerah terendah BOR-nya dengan 12,81 persen, kemudian Kabupaten Karawang 13,29 persen, dan Kabupaten Indramayu 15,53 persen.

Di Bandung Raya, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung mulai menerapkan kebijakan pemberlakuan ganjil-genap untuk menekan mobilitas warganya.

Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pengaturan ganjil genap di sejumlah ruas jalan merupakan bagian dari upaya pengendalian mobilitas.

Menurut Ema, level kewaspadaan Kota Bandung kini zona oranye, meski masih berada dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

"Jajaran Kepolisian bersinergi dengan Pemerintah Kota mengambil kebijakan untuk dilakukan uji coba ganjil genap di ruas jalan yang selama ini intensitas kendaraan cukup tinggi," ujar Ema.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved