Breaking News:

Sedang Menghibur Tamu, Organ Tunggal di Acara Pernikahan di KBB Dibubarkan, Sudah Tahu Tapi Nekat

Sudah tahu ada larangan saat PPKM namun penyelenggara pernikahan nekat menggelar organ tunggal yang terpaksa dibubarkan petugas saat sedang menghibur

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
dok. Satpol PP KBB
Organ tunggal yang sedang menghibur di acara pernikahan di KBB terpaksa dibubarkan. Saat PPKM hiburan masih dilarang karena dikhawatirkan memicu kerumunan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) membubarkan hiburan organ tunggal dalam resepsi pernikahan di Kampung Gunung Sangar, RT 03/01, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, KBB, Minggu (15/8/2021).

Acara organ tunggal ini dibubarkan karena selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, acara hiburan dalam resepsi pernikahan seperti itu masih belum diperbolehkan.

Kepala Satpol PP KBB, Asep Sehabudin, mengatakan, pembubaran hiburan dalam resepsi pernikahan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat yang merasa khawatir bakal terjadi kerumunan dengan adanya organ tunggal tersebut.

Baca juga: Polisi Bubarkan Acara Pernikahan, Sudah Ada Larangan, Tetap Gelar Hajatan Hiburan Organ Tunggal

"Masyarakat takut terjadi kerumunan karena kasus Covid-19 di sana cukup tinggi dan selama PPKM tidak boleh ada hiburan. Kemudian mereka laporan, lalu saya memerintahkan anggota untuk membubarkan acara tersebut," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (15/8/2021).

Namun, pihaknya tidak memberikan sanksi tegas bagi warga yang menggelar acara organ tunggal tersebut karena sanksi yang lebih berat baru bisa dikenakan setelah beberapa kali melakukan pelanggaran.

"Kami hanya membubarkan saja, dan memberikan pemahaman agar tidak melakukan hal yang sama," kata Asep.

Baca juga: SOSOK Kapolsek Iptu Pambudi Raharjo Dicopot Gara-gara Acara Organ Tunggal, Kini Jadi Penjaga Tahanan

Selain membubarkan acara hiburan, pihaknya juga meminta keterangan kepada warga yang nekat menggelar acara tersebut.

Mereka, kata Asep, sebetulnya mengetahui aturan PPKM Level 4 bahwa tidak boleh ada hiburan dalam resepsi pernikahan.

"Tapi mereka mencuri-curi, padahal sudah diberitahu dan kami juga sudah melakukan sosialisasi, termasuk melalui kepala desa dan camat," kata Asep.

Atas hal tersebut, acara hiburan organ tunggal itu dipastikan tidak ada izin dari Satgas Covid-19 karena selama PPKM Level 4, Satgas Covid-19 tidak akan mengeluarkan izin untuk hiburan.

"Kalau untuk acara pernikahannya silakan kami tidak melarang, tapi tidak boleh ada hiburan, kecuali kalau di KBB sudah menerapkan PPKM Level 2," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved