Hari Ini 76 Tahun Lalu, Jepang Menyerah Tanpa Syarat, Perang Dunia II Berakhir
Besok Minggu 15 Agustus 2021, tepat 76 tahun lalu Jepang menyerah pada pasukan sekutu setelah pada 6 Agustus dan 9 Agustus 1945 bom atom dijatuhkan
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Hari ini Sabtu 15 Agustus 2021, tepat 76 tahun lalu, Jepang menyerah pada pasukan sekutu setelah pada 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak karena serangan bom atom dari pasukan sekutu.
Saat itu, kolonialisme Jepang sedang bercokol di Indonesia. Karena serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki itu, Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945 waktu Jepang dan 14 Agustus waktu Amerika Serikat.
Kekalahan Jepang saat itu diumumkan langsung oleh Kaisar Jepang, Hirohito pada 15 Agustus 1945 siang.
Dua hari setelah Jepang menyerah pada sekutu, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Bom atom di dua kota itu sendiri tidak sekonyong-konyong dijatuhkan pihak sekutu. Jepang sempat diultimatum untuk menyerah tanpa syarat pada 26 Juli 1945.
Baca juga: Kata-kata Bijak Jenderal Sudirman tentang Kemerdekaan Indonesia, Cocok Buat Ucapan HUT ke-76 RI
Saat itu, tiga pemimpin sekutu melaksanakan Konferensi di kota Postdam, Jerman. Mereka menghasilkan deklarasi mengenai kekalahan Jepang, yang kemudian dikenal Deklarasi Postdam yang isinya Jepang harus menyerah tanpa syarat.
Namun, seruan tersebut tidak dihiraukan. Demi penyelamatan jiwa yang akan menjadi korban perang, sekutu berniat menghentikan perang di Asia Timur Raya.
Akhirnya, bom atom dijatuhkan di dua kota tersebut. Kondisi tersebut menghancurkan bangunan dan menewaskan puluhan jiwa rakyat Jepang.
Dikutip dari BBC, jumlah korban tewas yang diperkirakan akibat bom di Hiroshima dan Nagasaki hanyalah perkiraan.
Di Hiroshima, jumlahnya sekitar 140.000 dari 350.000 penduduk, sedangkan di Nagasaki, setidaknya 74.000 orang meninggal dalam insiden itu.
Perjanjian damai antara kedua belah pihak diresmikan dan dilakukan di Teluk Tokyo tepatnya di kapal USS Missouri pada 1 September 1945.
Menteri Luar Negeri Jepang, Mamoro Shigemitsu menandatangani atas nama pemerintah Jepang. Jenderal Yoshijiro Umezu menandatangani mewakili angkatan bersenjata Jepang.
Dari pihak Sekutu diwakili Jenderal Angkatan Darat Douglas MacArthur, selaku komandan di Pasifik Barat Daya dan Panglima Tertinggi Sekutu.
Menyerahnya Jepang tanpa syarat juga mengakhiri peristiwa Perang Dunia II.
Kondisi itu juga menjadi para pemuda dan tokoh Indonesia untuk segera mempersiapkan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Para pemuda usai menggelar pertemuan langsung mendatangai kediaman Sukarno agar mendesak di proklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Para pemuda sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tidak dapat digabungkan pada bangsa atau negara lain.
Bangsa Indonesia menurut mereka sudah matang untuk merdeka. Satu-satunya jalan adalah melalui proklamasi kemerdekaan oleh bangsa Indonesia sendiri, lepas dari bangsa dan negara mana pun juga.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "14 Agustus dalam Sejarah: Jepang Menyerah Tanpa Syarat pada 1945, Akui Deklarasi Postdam", Klik untuk baca: