Persib Bandung
Bolak-balik ke Persib Bandung, Momen Terkesan bagi Suwita Pata Ternyata Kala Bersama Tim Ini
Manis dan pahit dirasakan Suwita Pata saat belasan tahun menjadi bagian kompetisi tertinggi di Indonesia.
Penulis: Fakhri Fadlurrohman | Editor: Giri
Laporan Kontributror TribunJabar.id, Fakhri Fadlurrohman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Manis dan pahit dirasakan Suwita Pata saat belasan tahun menjadi bagian kompetisi tertinggi di Indonesia.
Selain membela Persib Bandung yang dia bela tiga periode, dia juga berkelana ke beberapa tim. Dia pernah membela PSS Sleman, PSIS Semarang, Persitara Jakarta Utara, dan Persikota Tangerang.
Dia pun menceritakan musim-musim yang sangat berkesan baginya.
Swuita Pata yang pernah singgah ke PSS Sleman dengan singkat di tahun 2002 menjadi satu musim yang tidak akan ia lupakan.
Bersamanya, tim berjuluk Super Elang Jaya tersebut mampu mengalahkan tim-tim yang sudah lama berada di kompetisi tertinggi Indonesia.
Padahal, PS Sleman kala itu berstatus tim promosi.

"Bisa masuk lima besar di antara jajaran tim besar. Sleman baru promosi sudah bisa bersaing dengan tim-tim besar. Sebetulnya itu bisa juara jika manajemennya serius untuk juara," ujar Suwita saat diwawancarai TribunJabar belum lama ini.
Selain bersama PS Sleman, musim berkesan lain di hari Suwita adalah ketika mengantarkan PSIS Semarang masuk ke final Liga Indonesia.
PSIS Semarang yang saat itu menjadi satu tim yang bertabur bintang gagal mengunci gelar juara ketika dijegal oleh Persik Kediri dengan gol semata wayang Cristian Gonzales di partai puncak.
Suwita Pata pun sebenarnya memiliki musim yang berkesan dengan Persib Bandung saat tahun 2007. Saat itu dia baru pulang setelah membela PSIS.
Baca juga: Pernah Ingin Pensiun di Persib Bandung, Ini Cerita Suwita Pata Tiga Kali Dicoret, Terakhir 2008
"Sebetulnya di Persib 2007 itu bisa juara jika melihat materi dan manajemen, namun ya itulah berjalannya tidak sebagus yang diperkirakan" ucapnya.
Pria yang kini berusia 47 tahun mengatakan belum bisa membayar tuntas karena tak pernah memberikan gelar untuk Maung Bandung.
"Di Persib juga berkesan karena cita-cita dari kecil. Cuman keselnya enggak bisa bawa juara saja," ucapnya. (*)