Breaking News:

Pemberlakukan Ganjil Genap

Sulit Diterapkan, Pemberlakuan Ganjil-Genap Nomor Ponsel Jemaah Salat Jumat di Bandung Barat

Salat Jumat dengan pemberlakuan ganjil-genap nomor ponsel sulit diberlakukan di Kabupaten Bandung Barat.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar
Ilustrasi - Pelaksanaan salat Jumat saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dengan memberlakukan ganjil genap yang berdasarkan nomor ponsel jemaah, sulit diterapkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pelaksanaan salat Jumat saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dengan memberlakukan ganjil genap yang berdasarkan nomor ponsel jemaah, sulit diterapkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti diketahui, hal ini sudah tertuang pada surat edaran Dewan Masjid Indonesia (DMI) tanggal 16 Juni 2020, yang ditandatangani Ketua DMI, Jusuf Kalla.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KBB, Muhammad Ridwan, mengatakan, kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan di seluruh wilayah KBB karena tidak semua orang atau jemaah yang datang ke masjid mempunyai ponsel.

"Kalau di kota besar setiap orang mempunyai HP, tapi kan kalau di kampung (wilayah KBB) jarang-jarang punya itu (ponsel)," ujar Ridwan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (13/8/2021).

Menurutnya, hal terpenting saat melakukan ibadah salat Jumat di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan terus disiplin.

Hal tersebut, kata dia, karena pelaksanaan ibadah sudah ada aturannya dari mulai jaga jarak, memakai masker, hingga pembatasan kapasitas jemaah di dalam masjid.

"Seandainya kalau kebijakan tersebut diterapkan, kami meminta agar kebijakan disesuaikan dengan daerah masing-masing," kata Muhammad Ridwan.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Ahmad Sanukri, mengatakan, rencana yang digulirkan oleh DMI itu merupakan upaya untuk menghindari kerumunan saat beribadah dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

"Kami akan mendukung kebijakan pemerintah sepanjang hal tersebut maslahat bagi umat," ucapnya.

Baca juga: Di Kota Bandung, Pembelakukan Ganjil-Genap Nomor Kendaraan Bermotor Dimulai Besok, di Jalan Ini

Menurutnya, sejauh ini kegiatan ibadah khususnya pelaksanaan salat Jumat di wilayahnya sudah menjalankan protokol kesehatan Covid-19 sesuai dengan anjuran pemerintah.

"Saya ambil contoh di Masjid Al Irsyad Kotabaru Parahyangan, di sana sangat baik. Dari mulai pelaksanaan dengan waktu yang singkat juga sesudah selesai jemaah langsung diimbau untuk segera bergegas pulang," kata Sanukri. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved