Breaking News:

Sudah Divaksin Covid-19 Jadi Syarat Skripsi dan KKN di Garut, Ada Pengecualian Bagi Mahasiswa Ini

Ia mengatakan, vaksinasi Covid-19 juga menjadi syarat bagi magasiswa Uniga yang hendak mengikuti uji kompetensi.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
Tribun Jabar
Seorang mahasiswi menjalani vaksin di kampus Uniga, Garut, Kamis (12/8/2021). Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat mengikuti semua kegiatan akademis, termasuk saat hendak memenuhi tugas akhir mereka menyusun skripsi. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat mengikuti semua kegiatan akademis, termasuk saat hendak memenuhi tugas akhir mereka menyusun skripsi.

Tak hanya menjadi syarat penyusunan skripsi, sertifikat vaksinasi covid-19 juga menjadi syarat mahasiswa yang akan melakukan kuliah kerja nyata (KKN).

"Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk ikut menyudahi pandemi Covid-19 sesegera mungkin," ujar Rektor Universitas Garut (Uniga), Abdusy Syakur Amin, kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon,  Kamis (12/8). 

Syakur mengatakan, vaksinasi ini juga sebagai sarat bagi mahasiswa untuk bisa mengikuti perkuliahan jika nantinya tatap muka dibuka kembali.

"Kami sangat serius dan ini bukan hanya untuk memenuhi kewajiban kami sebagai warga negara, tapi juga sebagai kesadaran bahwa ini adalah untuk keselamatan kesehatan semua elemen masyarakat khususnya di kampus," ungkapnya.

Ia mengatakan, vaksinasi Covid-19 juga menjadi syarat bagi magasiswa Uniga yang hendak mengikuti uji kompetensi.

"Begitu juga untuk mengikuti wisuda," ujarnya. "Kami ingin lingkungan kampus ini sehat, kondusif dan selamat."

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informasi Uniga, Rida Annurda, mengatakan sekalipun tujuannya sangat baik, kebijakan kampus menjadikan vaksinasi sebagai syarat yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum menyusun skripsi dianggap sebagian mahasiswa sebagai sesuatu yang berlebihan.

"Banyak yang menghubungi kami dan mengeluhan hal itu. Mereka meminta agar vaksin ini tidak dijadikan syarat wajib," ujar Rida melalui telepon, kemarin.

Salah satu alasan penolakan, ungkap Rida, karena tak semua mahasiswa bisa menjalani vaksinasi Covid karena memiliki penyakit penyerta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved