Masa Perawatan Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksinasi Relatif Lebih Singkat, Studi Kemenkes

Sebagian besar atau 91 persen nakes yang memerlukan perawatan intensif belum mendapat vaksin Covid-19 atau baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Dinas Kesehatan Kota Sukabumi kembali menerima tambahan vaksin dari Provinsi Jawa Barat, termasuk vaksin Sinovac, Rabu (10/8/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Lama perawatan Covid-19 pada pasien Covid-19 yang sudah divaksinasi relatif singkat.

Hal tersebut berdasarlan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan ( Balitbangkes ) yang mengevaluasi efektivitas vaksin Covid-19.

Sasaran penelitian Kemenkes tersebut adalah para tenaga kesehatan ( nakes ). Perawatan nakes yang divaksinasi relatif lebih singkat, yaitu 8 hingga 10 hari, dibandingkan nakes yang belum divaksinasi (9-12 hari).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, dari total tenaga kesehatan yang dirawat, 2,3 persen memerlukan perawatan intensif di ICU.

Sebagian besar atau 91 persen nakes yang memerlukan perawatan intensif belum mendapat vaksin Covid-19 atau baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Mal di Bandung Sukses tapi Banyak Pengunjung Kecewa Karena Tak Kebagian

Menurutnya, pada periode observasi April-Juni 2021, tercatat 474 tenaga kesehatan yang dirawat karena positif Covid-19.

Nakes yang divaksinasi lengkap (dosis kedua) tidak banyak yang dirawat atau jumlah yang dirawat berkurang hingga 6 kali lebih rendah, yakni turun dari 18 persen menjadi 3,3 persen.

Studi efektivitas vaksin dilakukan sepanjang periode Januari-Juni 2021, ucapnya, dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya.

Studi tersebut mengamati kasus konfirmasi positif, perawatan (treatment), dan kematian akibat Covid-19 terhadap tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua), dan yang belum divaksinasi.

Para tenaga kesehatan ini mayoritas mendapatkan vaksin Sinovac.

Saat laporan itu diturunkan, ada 143.000 orang SDM Kesehatan di DKI Jakarta telah divaksinasi dosis pertama dan 125.431 orang telah divaksinasi dosis kedua.

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Skripsi, Universitas Garut Jadi yang Pertama

Studi dilakukan dalam kondisi pandemi yang dinamis karena selama Januari-Juni 2021 terjadi beberapa gelombang peningkatan kasus Covid-19 dan dinamika komposisi variants of concern, yaitu adanya mutasi varian Delta, baik di wilayah DKI Jakarta maupun nasional.

Nadia mengatakan,  5 persen dari tenaga kesehatan yang divaksinasi lengkap dilaporkan terkonfirmasi Covid-19 pada periode April-Juni 2021.

Jumlah ini, kata dia, lebih besar dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19 pada periode Januari-Maret 2021 yang jumlahnya hanya 0,98 persen.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved