Breaking News:

Pipanisasi Menjadi Solusi Warga yang Terdampak Kekurangan Air Bersih di Kabupaten Garut

Pemerintah Provinsi Jabar diwakili oleh Wagub Uu Ruzhanul Ulum bersama dengan Kepala Dinas Disperkim dan BPBD mendatangi wilayah yang terkena dampak k

Dok. Garut
Wagub Uu Ruzhanul Ulum bersama dengan Kepala Dinas Disperkim dan BPBD mendatangi wilayah yang terkena dampak kekeringan di Desa Kertajaya, Kabupaten Garut pada Rabu (10/08/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - Pemerintah Provinsi Jabar diwakili oleh Wagub Uu Ruzhanul Ulum bersama dengan Kepala Dinas Disperkim dan BPBD mendatangi wilayah yang terkena dampak kekeringan di Desa Kertajaya, Kabupaten Garut pada Rabu (10/08/2021). Agenda ini merupakan kegiatan peninjauan lokasi desa yang membutuhkan suplai air bersih setiap musim kemarau tiba. Pemerintah Kabupaten selama ini berusaha dengan rutin mengirimkan bantuan berupa pasokan tanki air bersih. Namun, upaya ini dirasa tidak cukup efektif untuk mencukupi kebutuhan warga.

Wagub Uu Ruzhanul Ulum bersama dengan Kepala Dinas Disperkim dan BPBD mendatangi wilayah yang terkena dampak kekeringan di Desa Kertajaya, Kabupaten Garut pada Rabu (10/08/2021).
Wagub Uu Ruzhanul Ulum bersama dengan Kepala Dinas Disperkim dan BPBD mendatangi wilayah yang terkena dampak kekeringan di Desa Kertajaya, Kabupaten Garut pada Rabu (10/08/2021). (Dok. Garut)

Dengan kunjungan Wagub Jabar pada hari ini, solusi yang sudah didiskusikan dengan Kepala Desa, Kecamatan dan Sekda Kabupaten Garut adalah pengadaan pipanisasi sumber air. Pipanisasi yang rencananya diambil dari sumber air yang berjarak 1,5 kilometer ini diharapkan bisa mencukupi kebutuhan warga agar tidak kekurangan air bersih. Pengadaan pipanisasi ini bertujuan agar setiap tahunnya wilayah yang dilanda kekeringan tidak harus menunggu pasokan tanki air dari Pemerintah Kabupaten.

Wagub Uu Ruzhanul Ulum bersama dengan Kepala Dinas Disperkim dan BPBD mendatangi wilayah yang terkena dampak kekeringan di Desa Kertajaya, Kabupaten Garut pada Rabu (10/08/2021).
Wagub Uu Ruzhanul Ulum bersama dengan Kepala Dinas Disperkim dan BPBD mendatangi wilayah yang terkena dampak kekeringan di Desa Kertajaya, Kabupaten Garut pada Rabu (10/08/2021). (Dok. Garut)

Pak Uu –sapaan Wagub Jabar— sudah melakukan koordinasi dengan Sekda Provinsi dan akan mengirimkan bantuan dana sebesar 500 juta melalui Belanja Tak Terduga (BTT) Pemprov Jabar. Pencairan dana diharapkan tidak menunggu waktu lama karena BTT tidak ada agenda lelang dan perubahan penyusunan anggaran. Realisasi pipanisasi ini diharapkan sudah selesai sebelum musim kemarau tahun depan tiba, sehingga masyarakat sudah bisa memiliki sumber air bersih.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved