Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat Memulai Proses Gerakan Pembangunan Seribu Sumur Resapan

Jawa Barat memiliki potensi air permukaan yang sangat melimpah. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk konservasi, sekaligus harus dikendalikan supaya t

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat pun menyelenggarakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Resapkan Air untuk Konservasi dan Pengendalian Banjir” secara virtual, Kamis (12/8). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jawa Barat memiliki potensi air permukaan yang sangat melimpah. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk konservasi, sekaligus harus dikendalikan supaya tidak menimbulkan bencana seperti banjir dan longsor. Upaya ini dilakukan di antaranya dengan membangun sumur resapan air.

Menindaklanjuti Instruksi Khusus Pimpinan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenai Pembangunan 1.000 Sumur Resapan di Jawa Barat, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat pun menyelenggarakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Resapkan Air untuk Konservasi dan Pengendalian Banjir” secara virtual, Kamis (12/8).

FGD ini untuk menyosialisasikan gerakan bangun sumur resapan dengan melibatkan stakeholder terkait, baik di lingkup pemerintahan, akademisi, pelaku usaha, masyarakat Jawa Barat, bahkan media, serta sebagai wadah diskusi percepatan program bangun sumur resapan.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik, mengatakan Provinsi Jawa Barat memiliki potensi air permukaan yang tinggi. Curah hujan tahunan menvapai 1.500 - 4.000 mm dan potensi air permukaan 48 milyar m3 per tahun. 

Dengan 1.500-an mata air dan 831 situ, katanya, Jabar masih membutuhkan infrastruktur berupa sumur resapan supaya air hujan dapat tertampung dan tidak semuanya berlalu menuju laut, atau bahkan menyebabkan banjir.

"Dari potensi air permukaan ini, kita memiliki manfaat cukup besar. Kebutuhan air baku bagi masyarakat dan dalam pengelolaan air ini harus dikelola dengan baik agar pemanfaatannya baik, efektif,dan efisien, sekaligus mengurangi dampak rusak air saat terjadi banjir," kata Dikky.

Ia mengatakan kemudian terdapat Instruksi Khusus Pimpinan dari Gubernur kepada Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat untuk mendukung ketercapaian pelaksanaan Program 1.000 sumur resapan di Jawa Barat.

Hal ini untuk memaksimalkan penanganan banjir dan longsor.  Terbangunnya sumur resapan Ini diharapkan terealisasi di sebanyak 1.000 lokasi pada Desember 2021.

"Sumur resapan adalah sistem resapan buatan berupa kolam dengan resapan atau saluran yang dapat menampung air hujan akibat dari adanya penutupan tanah oleh bangunan, baik dari lantai bangunan maupun dari halaman yang di plester atau di aspal," katanya.

Sedangkan, manfaat sumur resapan adalah dapat menampung, menyimpan, dan menambah cadangan air tanah serta dapat mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan.

Juga mereduksi genangan air, sehingga dapat meminimalisir potensi banjir. Kemudian sebagai salah satu upaya untuk konservasi air, memperlambat aliran limpasan air hujan ke saluran atau ke sungai, sebagai upaya untuk menabung air, memperbaiki air tanah, dan menekan laju erosi.

Sasaran pembuatan sumur resapan ini adalah daerah pemukiman padat penduduk dengan curah hujan tinggi, daerah yang vegetasi tutupan lahannya tinggi, serta daerah yang memiliki aliran permukaan (surface run off) tinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Jawa Barat di dalamnya, harus mengantisipasi tantangan global 2045 di bidang lingkungan hidup. Diperkirakan saat itu 65 persen masyarakat akan tinggal di perkotaan dan bumi akan mengalami kenaikan suhu sampai 3,5 derajat Celcius.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved