Bandung Raya dan Ciayumajakuning Kini Zona Oranye, di Jabar Tinggal Bekasi yang Masih Zona Merah

Tinggal dua daerah di Jawa Barat yang masih berkategori zona merah di Jawa Barat, yakni Kota dan Kabupaten Bekasi.

Tribun Jabar
Suasana salah satu mal di Kota Bandung, Jawa Barat, yang sudah dibuka lagi, Rabu (11/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 25 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat kini berstatus zona oranye atau kawasan risiko sedang penyebaran Covid-19.

Berdasarkan laman resmi Satgas Penanganan Covid-19 di Covid19.go.id, tinggal dua daerah di Jawa Barat yang masih berkategori zona merah, yakni Kota dan Kabupaten Bekasi.

Padahal sebelumnya, zona merah di Jabar begitu mendominasi, yakni sebanyak 21 daerah pada 26 Juli 2021. Kemudian berangsur mereda dan akhirnya tinggal dua zona merah di Jabar pada Kamis (12/8/2021).

Meski demikian, masih dibutuhkan upaya sampai kembali muncul zona kuning atau zona hijau di Jabar.

Kawasan Bandung Raya, Ciayumajakuning, Priangan Barat, dan Priangan Timur kini sudah berstatus zona oranye atau risiko sedang. Padahal sebelumnya seperti zona Bandung Raya, selama dua bulan diliputi zona merah.

Secara angka, tingkat keterisian tempat tidur di 340 rumah sakit perawatan pasien Covid-19 di Jabar sudah turun lagi sampai mencapai 36,84 persen, atau terisi 6.640 tempat tidur dari total 18.022 tempat tidur.

Jumlah kasus aktif atau pasien yang masih tercatat dirawat atau menjalani isolasi mandiri di Jabar sebanyak 73.967 orang.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Tersisa 2 RT Zona Merah di Kabupaten Majalengka

Selama pandemi, total kasus di Jabar mencapai 646.741 kasus positif dan 11.108 kematian.

Peta zonasi risiko daerah ini dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator-indikator yang digunakan adalah:

Indikator Epidemiologi, di antaranya:

1) Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak
2) Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada
3) Penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak
4) Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak
5) Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak
6) Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50 persen dari puncak
7) Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif
8) Insiden Kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk
9) Kecepatan Laju Insidensi (perubahan insiden kumulatif) per 100.000 penduduk
10) Mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100.000 penduduk

Baca juga: UPDATE COVID-19, Alhamdulillah Jawa Barat Tidak Tertinggi Nasional, Hari Ini 8.120 Orang Sembuh

Indikator Surveilans Masyarakat yang meliputi:

1) Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1.000 penduduk per minggu) pada level provinsi
2) Positivity rate rendah (target ≤5 persen sampel diagnosis positif dari seluruh kasus yang diperiksa) - merujuk pada angka provinsi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved