Breaking News:

Empat Tersangka Perdagangan Anak di Bawah Umur, Berperan Saling Melengkapi dalam Bisnis Asusila

Empat tersangka dugaan perdagangan anak di bawah umur yang dibekuk ternyata memiliki peran yang saling melengkapi dalam sindikat bisnis esek-esek

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Dokumen Polres Tasikmalaya
Para tersangka sindikat perdagangan anak di bawah umur untuk bisnis asusila di Mapolres Tasikmalaya, Selasa (11/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Polres Tasikmalaya membongkar kasus dugaan perdagangan anak di bawah umur untuk bisnis asusila.

Empat tersangka yang berhasil dibekuk ternyata memiliki peran yang saling melengkapi dalam sindikat bisnis esek-esek tersebut.

"Keempatnya memiliki peran yang saling melengkapi dalam bisnis asusila itu," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno, di Mapolres, Rabu (11/8).

Seperti diketahui, jajaran Polres Tasikmalaya berhasil membongkar sindikat penjualan anak untuk bisnis prostitusi setelah mendapat pengaduan seorang ibu.

Ibu rumah tangga warga Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, tersebut mengadukan anaknya yang masih berusia 14 tahun hilang.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan titik terang bahwa korban ada di Bogor. Korban akhirnya berhasil diselamatkan dan petugas pun membekuk empat tersangka.

Keempat tersangka masing-masing Km (22) warga Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis, Lk (22) warga Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Ar (28) warga Kabupaten Sukabumi, dan Sl (21) seorang perempuan warga Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

"Peran mereka ada yang jadi perekrut, pengantar ke lokasi, penerima dilokasi serta mengeksekusi (mucikari, Red)," ujar Hario.

Tersangka, Sl yang tengah hamil muda, ungkap Hario, berperan sebagai perekrut. Ia mencari calon korban di Kabupaten Tasikmalaya.

"Kemudian bertemu korban di Tanjungjaya dan diserahkan kepada tersangka lain hingga akhirnya terjebak dalam bisnis prostitusi," kata Hario. 

Keempat tersangka bakal dijerat UU perdagangan anak dengan ancaman hukuman penjara 3-15 tahun. (*)

Baca juga: Polres Tasikmalaya Bongkar Kasus Perdagangan Anak di Bawah Umur untuk Bisnis Asusila

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved