Breaking News:

Stok Beras untuk Ciamis Aman Sampai Akhir Tahun 2021

Bulog Sub Divre VII Ciamis juga masih punya stok beras KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga) sebanyak 1.370 ton untuk wilayah Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI
Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya didampingi Kabulog Sub Divre VII Ciamis, Safarudin dan Kepala Kantor Pos Ciamis, Dadang Rahmat melepas secara pendistribusian 1.019,4 ton beras Program Bantuan Beras (PBB) PPKM 2021 Tahap II di Gudang Bulog Pamalayan Ciamis, Selasa (10/8/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS- Bulog Sub Divre VII Ciamis memiliki stok beras 1.019,4 ton untuk Program Bantuan Beras (PBB) PPKM 2021 tahap II yang mulai didistribusikan Selasa (10/8/2021) sore  bagi 101.940 KPM.

Selain itu, Bulog Sub Divre VII Ciamis juga masih punya stok beras KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga) sebanyak 1.370 ton untuk wilayah Ciamis.

“Stok besar KPSH biasanya digunakan untuk operasi pasar. Total tersedia di gudang saat ini1.370 ton,” ujar Kepala Bulog Sub Divre VII Ciamis, Safarudin kepada Tribun Jabar, Selasa (10/8/2021).

Ada juga stok 700 ton gabah yang tersimpan di gudang di Rajadesa dan Rancah.

“Dengan kondisi tersebut, stok beras untuk Ciamis aman sampai akhir tahun 2021,” katanya.

Baca juga: Dikawal TNI-Polri, Penyaluran Beras Bansos Selama PPKM Darurat di Subang Selesai Sesuai Target

Sementara 1.019,4 ton beras untuk PBB PPKM 2021 tahap II mulai disalurkan pada 10 Agustus 2021 yang menyasar 101.940 keluarga penerima manfaat (KPM).

Tiap KPM mendapat 10 kg beras dari program sembako/BPNT non PKH te3rsebut.

Untuk PBB PPKM tahap I beberapa bulan lalu sudah disalurkan beras sebanyak 800,58 ton. Dengan sasaran 80.058 KPM. Masing-masing KPM juga mendapat 10 kg beras/KK.

Untuk penyaluran beras program sembako PPKM Tahap II ini penyalurannya oleh PT Pos yang difasilitasi oleh kecamatan, desa/kelurahan.

Dipastikan penyaluran beras tersebut harus mengacu pada penerapan protokol kesehatan (prokes).

Tentunya melalui pengaturan tempat, waktu. Kedatangan KPM terjadwal agar tidak terjadi penumpukan atau kerumunan warga di satu titik dalam satu waktu.
 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved