Breaking News:

Bendera Putih Berkibar Lagi di Objek Wisata di Ciamis Saat Hari Pertama Perpanjangan PPKM Level 3

Mewarnai hari pertama diperpanjangnya lagi PPKM Level 3 di Ciamis, Selasa (10/8) seluruh objek wisata mengibarkan bendera putih.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Pokdarwis Ciamis
Menyambut diperpanjangnya kembali PPKM Level 3 mulai Selasa (10/8) seluruh objek wisata di Ciamis Selasa siang tersebut mengibarkan bendera putih tanda pasrah dan menyerah. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Mewarnai hari pertama diperpanjangnya lagi PPKM Level 3 di Ciamis, Selasa (10/8) seluruh objek wisata mengibarkan bendera putih atau tanda menyerah.

Tidak hanya menggelar aksi damai mengibarkan bendera putih, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ciamis mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Ciamis di Komplek Perkantoran Kertasari, Selasa (10/8) siang selepas Zuhur.

Perwakilan Pokdarwis Ciamis tersebut menyampaikan unek-uneknya terlebih setelah PPKM Level 3 Diperpanjang lagi mulai Selasa (10/8).

“Tadi siang pukul 10.00 kami melakukan aksi damai. Memasang benderah putih di seluruh objek wisata di Ciamis. tanda sudah parah dan menyerah. Bahkan di 30 objek wisata seharusnya dipasang bendera kuning, karena sudah mati, baangkrut akibat pandemi,” ujar Ketua Pokdarwis Kabupatem Ciamis, Eko Andryanto saat diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Dr H Wasdi Msi dan jajarannya di Aula Dinas Pariwisata Ciamis Selasa (10/8) siang tersebut.

Selama masa pandemi sejak 18 bulan lalu, keberadaan objek wisata terguncang. Terlebih selama dua bulan terakhir, sejak awal bulan Juli lalu menyusul diberlakukannya PPKM yang kemudian terus diperpanjang.

Sejak diberlakukannya PPKM, seluruh objek wisata ditutup tanpa kecuali. Tidak ada pengunjung yang boleh masuk kawasan wisata guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Dampaknya tutupnya 78 objek wisata tersebut, sekitar 17.000 orang pekerja di lokasi wisata, rumah makan penyedia kuliner kehilangan penghasilan.

Berikut ada 250 juru kunci dan juru pelihara situs, tempat keramat yang juga terdampak karena objek wisata tujuan khusus tersebut ditutup, tidak boleh dikunjungi peziarah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved