Breaking News:

Bakal Banyak Desa Wisata di Garut Demi Gaet Turis, Keramahan Warga Muncul di Tengah Pesona Alam

Bupati Garut Rudy Gunawan, mengatakan sebanyak 55 Desa di Kabupaten Garut menjelma menjadi desa wisata untuk menggaet pengunjung yang datang ke Garut

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Darajat Arianto
Dok. Pemkab Garut
Workshop Peningkatan Mutu Aparatur Desa dan Pengelola BUMDes, UMKM, dan IKM Dalam Menyambut Program Desa Wisata di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Selasa (10/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebanyak 55 Desa di Kabupaten Garut menjelma menjadi desa wisata untuk menggaet pengunjung yang datang ke Garut.

Menurut Bupati Garut Rudy Gunawan, pada tahun 2025 Garut akan menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan kota-kota besar lainnya.

"Nantinya akan ada klaster-klaster baru yaitu klaster yang ada hubungannya dengan kepariwisataan di tiap desa atau pariwisata desa, ini sangat luar biasa bagi peningkatan ekonomi warga desa," ujar Bupati saat menghadiri workshop Peningkatan Mutu Aparatur Desa dan Pengelola BUMDes, UMKM, dan IKM di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (10/8/2021).

Ia menyebutkan saat ini perkembangan desa wisata di Garut terbilang sangat pesat juga merata tersedia di 42 kecamatan, nantinya diharapkan setiap desa mampu menjadi penyempurna Garut sebagai Kabupaten Wisata.

"Pesat, kita pengembangannya pesat sekali, jadi pengembangan wisata itu merata di 42 kecamatan ya, dan sekarang itu ada pengembangan dengan badan pariwisata kabupaten , dilakukan dengan kerja sama pentahelix atau strategi pentahelix," ucapnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Rahmat Hadi mengatakan ada perbedaan antara istilah wisata desa dengan desa wisata. Menurutnya wisata desa merupakan objek wisata yang ada di desa.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Garut Masuk Level 3, Sekda Bilang Aturannya Sama Seperti Level 4

"Sementara desa wisata adalah persatuan semua komponen masyarakat desa dalam mengembangkan misalnya hasil tani, UMKM dan lain-lain yang dikelola oleh  BUMdes," ungkapnya.

Rahmat menjelaskan saat ini ada lima desa baru yang mendaftar menjadi desa wisata, yakni Desa Mekarjaya, Desa Rancabango, Desa Jati, Desa Sukajadi dan Desa Pasawahan.

"Lima desa tersebut berada di Kecamatan Tarogong Kaler dan memang ada potensi sebagai daya tarik, baik itu agro, pegunungan," katanya.

Menurutnya syarat menjadi desa wisata adalah desa mempunyai potensi yang sudah tertata dan terkelola, indikator masyarakat seperti gotong royong terbangun dan mempunyai media online yang terkelola dengan baik.

"Masyarakat desa nya itu juga harus sangat ramah apabila berpapasan dengan tamu atau wisatawan yang datang," ucapnya.

Kepala Desa Mekarjaya Asep Setiawan mengatakan konsep desa wisata ini sangat menguntungkan karena sebagai wadah untuk mempromosikan keunggulan yang ada di desa.

Baca juga: Para Pedagang di Objek Wisata Cipanas Galunggung Resah, Kawanan Ini Masuk Warung dan Ambil Makanan

"Desa saya kan berada di Tarogong Kaler, itu sebagai gerbang masuk Garut, jadi nanti wisatawan yang datang ke Garut bisa ditampung dulu di gerbang utama, yakni desa kami salah satunya, kami juga punya paralayang dan wisata religi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved