Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Update Covid-19 di Jabar, 10 Ribu Tempat Tidur Kosong di Jabar, di Garut hanya Terisi 16 Persen

Terdapat 10.766 tempat tidur kosong di rumah sakit, sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) di Jabar kembali turun sampai 41,29 persen.

humas Pemkab Bandung
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai memantau vaksinasi di Kab.Bandung 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dari 18.338 tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di 339 rumah sakit di Jawa Barat, tinggal 7.572 tempat tidur di antaranya yang masih terisi pada Minggu (8/8). Artinya, terdapat 10.766 tempat tidur kosong di rumah sakit, sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) di Jabar kembali turun sampai 41,29 persen.

Hal tersebut dirilis Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar atau Pikobar, Senin (9/8).

Daerah di Jabar yang memiliki persentase tempat tidur kosong di rumah sakit atau BOR terendah adalah Kabupaten Garut, yakni keterisian tempat tidurnya hanya tinggal 16,35 persen, atau dari kapasitas 734 tempat tidur sebanyak 120 yang masih terisi.

Kemudian BOR Kabupaten Indramayu 21,34 persen, Kabupaten Karawang memiliki BOR 26,1 persen, Kabupaten Subang memiliki BOR 27,41 persen, Kota Cimahi 29,19 persen, Kabupaten Bekasi 34,11 persen, dan Kabupaten Bandung 36,01 persen.

BOR yang masih tinggi terdapat di daerah dengan kapasitas perawatan pasien Covid-19 yang masih sedikit, yakni Kabupaten Tasikmalaya dengan BOR 59,42 persen. Namun, dengan jumlah keterisian relatif rendah, yakni 41 tempat tidur terisi dari kapasitas 69 tempat tidur.

Kemudian Kabupaten Ciamis memiliki BOR 58,06 persen dengan 90 bed masih terisi dari kapasitas 155 bed. Kabupaten Pangandaran dengan BOR 53,64 persen, yakni terisi 59 bed dari kapasitas 110 bed atau tempat tidur.

Daerah yang memiliki kapasitas perawatan Covid-19 terbanyak di Jabar pun sudah memiliki BOR di bawah standar WHO, yakni di bawah 60 persen. Kota Bandung memiliki BOR 44,1 persen, yakni 930 bed terisi dari kapasitas 2.109 bed. Kemudian Kota Bekasi memiliki BOR 48,02 persen, dengan 1.044 bed terisi dari kapasitas 2.174 bed.

Baca juga: Meski Angkanya Turun, BOR Rumah Sakit di Ciamis Masih yang Tertinggi di Jawa Barat

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan tren penambahan kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk Jawa Barat, sudah menurun. Ia pun mengatakan lonjakan kasus Covid-19 pada Juni-Juli 2021 pun dipicu Covid-19 varian delta.

"Kasus Covid Delta di Indonesia sudah turun dan melewati puncaknya. Sementara di negara lain, hari-hari ini serangan virus Delta sedang naik di mana-mana termasuk Amerika Serikat yang selama ini dianggap baik," kata Ridwan Kamil melalui akun instagramnya, Senin (9/8).

Pengorbanan masyakat melalui PPKM, katanya, sementara berhasil menurunkan kasus baru. BOR atau keterisian rumah sakit untuk Covid-19 di Jawa Barat, katanya, sekitar 42 persen, dari puncaknya bulan lalu 91 persen.

"Karena kasus mulai lebih terkendali, minggu ini kemungkinan dimulai beberapa penyesuaian aturan yang lebih akomodatif pada kegiatan ekonomi dan kemasyarakatan. Tetapi jangan lengah. Tetap waspada. Tetap prokes 5M. Agar kita tidak diserang lagi secara masif di masa depan," katanya

Baca juga: Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jabar Makin Berkurang, Namun Daerah Ini yang Masih Tinggi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved