Breaking News:

Mbah Sentot Berharap Situs Keramat di Camis Juga Direlaksasi di Masa PPKM, Sebab Pemasukan Mandek

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turut berdampak kepada juru kunci atau kuncen situs peninggalan sejarah di Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Tribun Jabar/Andri M Dani
Juru kunci Situs Jambansari Ciamis, Nandang Sembada, yang akrab dipanggil Mbah Sentot kepada Tribun, Senin (9/8/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turut berdampak kepada juru kunci atau kuncen situs peninggalan sejarah di Ciamis.

“Kami sangat terdampak, setelah PPKM diberlakukan lokasi keramat ditutup. Peziarah tidak boleh berkunjung,” ujar juru kunci Situs Jambansari Ciamis, Nandang Sembada, yang akrab dipanggil Mbah Sentot kepada Tribun, Senin (9/8/2021).

Ditutupnya situs peninggalan sejarah bagi kunjungan peziarah tersebut, menurut Mbah Sentot , sangat berdampak bagi juru kunci maupun tukang “bebersih” yang mengantungkan penghasilannya dari kehadiran para peziarah.

“Sudah sebulan ini kehidupan para kuncen maupun tukang bebersih yang mengabdi di lokasi peninggalan sejarah yang biasa dikunjungi para peziarah. Beda halnya dengan juru pelihara (jupel), kebanyakan jupel berstatus PNS. Beda dengan kuncen,” katanya.

Di Ciamis menurut Mbah Sentot, lebih dari 100 tempat peninggalan sejarah, petilasan maupun makam keramat yang juga bersejarah yang biasa dikunjungi para peziarah terutama pada hari-hari tertentu.

Mbah Sentot berharap lokasi situs bersejarah tersebut kembali dibuka untuk kunjungan para peziarah setelah PPKM level 4 yang berakhir Senin (9/8/2021).

Baca juga: Mal di Empat Kota Boleh Buka Selama Pelaksanaan PPKM Level 4 Tapi dengan Syarat, Termasuk Bandung?

Ada relaksasi untuk lokasi-lokasi yang biasa dikunjungi para peziarah.

Baca juga: Kata-kata Doa dan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1443 H atau 1 Muharram, Kirim ke Orang Terdekat

“Minimal bisa dikunjungi para peziarah yang sifatnya individu dan bukan rombongan. Misalnya dibatasi jumlah peziarahnya. Harapannya lokasi keramat bisa dikunjungi kembali oleh peziarah,” ujar Mbah Sentot. (andri m dani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved