Breaking News:

Kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Menurun, Tren Itu Bisa Dipertahankan, Ini Syaratnya

 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung terus menurun setelah angkanya naik tajam pada satu atau dua bulan lalu. 

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Wakil Direktur Medik RSUD Al- Ihsan, Ferry Achmad Firdaus. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung terus menurun setelah angkanya naik tajam pada satu atau dua bulan lalu. 

Namun, penurunan tersebut tak tahu sampai kapan bisa berlanjut. 

Wakil Direktur Medik RSUD Al-Ihsan, Ferry Achmad Firdaus, mengatakan kasus Covid- 19 sifatnya tak bisa diprediksi.

"Kita lihat kemarin begitu sudah libur panjang, yang tidak disertai dengan pembatasan (terjadi peningkatan). Kita lihat tahun baru, dampak libur tahun baru membuat kasus (Covid-19) meningkat tajam, kemudian melandai," kata Ferry di RSUD Al- Ihsan yang berada di Baleendah, Senin (9/8/2021).

Ferry mengatakan, kasus Covid meningkat setelah Lebaran meski pemerintah melarang adanya mudik.

Sebab, banyak masyarakat tetap nekat mudik dengan menjebol beberapa titik penyekatan.

"Setelah Lebaran itu, kasus (Covid-19) sangat meningkat naik lagi, bahkan sampai puncaknya," ucap Ferry.

Akhirnya, kata Ferry,  pemerintah melakukan berbagai usaha, seperti PPKM darurat dan lain sebagainya.

Baca juga: Mbah Sentot Berharap Situs Keramat di Camis Juga Direlaksasi di Masa PPKM, Sebab Pemasukan Mandek

"Sekarang saya memprediksi, bila pemerintah tidak lagi memberikan libur panjang atau tak ada lagi libur nasional yang sifatnya masif, sehingga membuat orang harus kembali pulang, saya pikir kondisi sekarang (penurunan kasus Covid) bisa dipertahankan," katanya.

Menurut Ferry, yang paling penting adalah kesadaran pemerintah untuk selalu memngingatkan masyarakat untuk mempertahankan dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Mal di Empat Kota Boleh Buka Selama Pelaksanaan PPKM Level 4 Tapi dengan Syarat, Termasuk Bandung?

"Masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, itu sudah merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, bisa kita rasakan sekarang (efeknya)," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved