Breaking News:

Di Purwakarta Tak Ada Masalah dengan Pangan, Surplus Meski di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta memastikan pasokan pangan masyarakat masih aman di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Giri
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (kanan), saat agenda penyerahan secara simbolis bantuan alat mesin pertanian untuk kelompok tani di Kantor Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Senin (9/8/2021). (Dok. Diskominfo Purwakarta) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta memastikan pasokan pangan masyarakat masih aman di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengatakan, untuk hasil pertanian di Kabupaten Purwakarta masih surplus atau masih terbilang aman terhadap kebutuhan dari masyarakat.

"Kebutuhan pokok kita masih terjamin. Hasil pertanian tidak terjadi penurunan, justru masih surplus. Tingkat nasional surplus 2,5 persen bahkan untuk ekspor," kata Anne pada agenda penyerahan secara simbolis bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk kelompok tani di Kantor Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Senin (9/8/2021).

Menurut Anne, Pemkab Purwakarta akan terus berkomitmen untuk mendukung para petani, di antaranya dengan mengedukasi para anak-anak milenial agar menjadi petani milenial baik di bidang pertanian padi maupun holtikultura.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan untuk para petani yang merupakan para pahlawan pangan. Di tengah-tengah pandemi mereka masih terus beraktivitas, masih terus mendorong, masih berusaha. Ini luar biasa dan alhamdulillah tidak pernah terjadi klaster Covid-19 di kalangan para petani," ujarnya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan mengatakan, di masa pandemi ini bertani bisa menjadi satu andalan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

"Sektor pertanian memiliki prospek yang sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik. Hal itu yang menjadi alasan kami untuk terus menggelorakan semangat bertani kepada masyarakat," kata Sri.

Menurut Sri, hal ini terjadi karena upaya jajarannya selama ini mendapat banyak dukungan, terutama dari Kementerian Pertanian RI.

Satu di antaranya melalui pemberian bantuan alat yang diperlukan guna peningkatan produktivitas pertanian.

"Hari ini, para petani di kita juga mendapat polis dan klaim asuransi usaha tani padi (AUTP). Bantuan ini sebagian besar dari Kementerian Pertanian RI melalui aspirasi dari Komisi IV DPR RI," ucapnya.

Sri menambahkan pihaknya pun menyadari, dampak Covid-19 ini cukup berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Menurutnya, hal ini harus ditanggulangi.

Satu di antaranya melalui sektor pertanian. Sebab, sektor ini berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar manusia yaitu pangan.

"Dan yang paling penting dalam situasi seperti ini adalah akses pangan yang mudah di dapat dengan harga yang wajar," tutur Sri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved