Breaking News:

Waduh, Dugaan Pemotongan Dana Hibah APBD Kabupaten Tasikmalaya 2018 Ada yang Mencapai 95 Persen

Besaran dugaan pemotongan dana hibah APBD Kabupaten Tasikmalaya 2018 ternyata ada yang mencapai 95 persen.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Mega Nugraha
ILUSTRASI - Kasus korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Besaran dugaan pemotongan dana hibah APBD Kabupaten Tasikmalaya 2018 ternyata ada yang mencapai 95 persen.

Sebuah lembaga penerima dana hibah berinisial MMN hanya menerima dan hibah sebesar Rp 10 juta dari seharusnya Rp 200 juta.

Sementara dana sebesar Rp 190 juta (95 persen) diduga diambil tersangka pemotong dana hibah yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dugaan pemotongan dana hibah APBD 2018 ini tengah ditangani Kejaksaan Negeri Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Total dana hibah 2018 yang direalisasikan sebesar Rp 139 miliar untuk 79 lembaga penerima. Dari jumlah itu, pihak kejaksaan menemukan adanya dugaan pemotongan hingga Rp 5,28 miliar.

Dari data yang dirilis pihak kejaksaan, Sabtu (7/8), menyebutkan, besaran pemotongan sebagian besar di atas 50 persen.

Paling tinggi menimpa lembaga MMN hingga mencapai 95 persen.

Lembaga tersebut seharusnya menerima dana hibah Rp 200 juta. Namun dipotong hingga Rp 190 juta, sehingga dana yang diterima hanya Rp 10 juta.

Pihak kejaksaan telah menetapkan sembilan tersangka yang didiga terlibat dalam aksi pemotongan itu.

Masing-masing UM, FG, BR dan AAF pengurus partai, WAN dan EY pimpinan sebuah pondok pesantren, HAJ wiraswastawan, AL guru honorer dan PP tenaga honorer Pemkab Tasikmalaya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved