Breaking News:

Tak Ada Makam, Penanda Gugurnya 53 Pejuang Melawan Belanda Hanya Berupa Tugu yang Jadi Saksi Bisu

Sebanyak 53 pejuang yang tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat gugur diberondong tembakan tentara Belanda di kawasan perkebunan Pasircau Cihonje

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Tugu perjuangan di tengah perkebunan pisang dan singkong menjadi saksi bisu gugurnya 53 pejuang TKR di Pasircau, Mande, Cianjur, Minggu (8/8/2021). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 53 pejuang yang tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) gugur diberondong tembakan tentara Belanda di kawasan perkebunan Pasircau Cihonje, yang saat ini masuk ke dalam wilayah Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Tak ada pemakaman di wilayah itu, hanya berdiri sebuah tugu bertuliskan Tugu Perjuangan yang dibuat oleh rekan dari para pelaku sejarah untuk mengenang jasa mereka.

Tugu ini jauh dari permukiman warga berjarak sekitar 10 kilometer dari jalur utama Jonggol-Cikalongkulon.

Para pelaku sejarah yang berada di kawasan Mande sudah berpulang, dan kini tinggal putra-putri yang mencoba merangkai kembali cerita orang tua mereka.

Cerita selalu disampaikan menjelang peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seperti yang kembali diceritakan oleh, Mamad (68), putra dari Sarben, seorang pejuang yang ikut menahan konvoi Belanda dengan cara menumbangkan pohon-pohon besar dan menyimpan sengaja di jalur konvoi untuk menyergap pasukan Belanda.

"Ayah saya bernama Sarben, ia mempunyai gergaji 1,5 meter untuk memotong pohon besar, ia selalu bercerita jika ia bersama temannya siang malam menebang pohon-pohon besar untuk kemudian disimpan di jalan jalur tank baja konvoi Belanda," ujar Mamad mencoba kembali mengingat cerita sang ayah, saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/8/2021).

Ia mengatakan, gergaji tersebut merupakan oleh-oleh ayahnya sepulang ikut dalam perjuangan arek-arek Surabaya.

"Dua kali pertempuran di Mande ini, yang pertama itu tak ada korban, tapi konvoi Belanda berhasil melewati halang rintang pohon di jalan," kata Mamad.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved