Breaking News:

Sejarah Sumedang

Menengok Rumah Pengasingan Pahlawan Asal Aceh Cut Nyak Dien di Sumedang, Asri, Berbahan Kayu Jati

Ini rumah pengasingan Cut Nyak Dien ketika dibuang oleh Belanda ke Sumedang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Plang foto rumah yang menjadi tempat tinggal Cut Nyak Dien di Sumedang. Cut Nyak Dien adalah pahlawan asal Aceh yang ditangkap Belanda kemudian diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Sumedang,  Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Rumah model tua berbilik bambu itu sangat mencolok dibanding bangunan lain di dekatnya.

Deretan bangunan lain, mulai dari yang sederhana hingga yang mewah, di Jalan Pangeran Soeria Atmadja, Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bahkan kalah menawan arsitekturnya dari rumah berbilik bambu itu.

Setengah ke bawah hingga tegelnya, adalah susunan kayu jati yang dipernis, sehingga mengkilat jika terlumuri sinar matahari.

Sisanya ke atas, bilik bambu yang motifnya berukuran besar dengan aksen warna cokelat. 

Rumah seluas 29 meter persegi di Kelurahan Regol, Kecamatan Sumedang Selatan, itu masih menggunakan genting palentong, genting tua yang biasa dipakai pada rumah-rumah di zaman penjajahan Belanda.

Enam tiang kayu jati kukuh menyangga rumah tersebut.

Jauh melebihi sekadar model bangunan, rumah itu sangat bernilai sejarah.

Ratu perang Aceh, Cut Nyak Dien menghabiskan dua tahun akhir hayatnya di rumah milik keluarga KH Ilyas tersebut. 

Nenden Dewi Rosita (55), adalah juru pelihara situs bersejarah rumah pengasingan Cut Nyak Dien itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved