Breaking News:

Kepala Desa Ini Terus Terang Akui Gunakan 50 Persen Dana Bantuan Sosial Tunai, Alasannya Seperti Ini

Kades Pasir Talaga, Yani Utari Indrayani mengakui adanya pemotongan Potongan Bantuan Sosial Tunai (BST) 50 persen

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi dana Bantuan Sosial Tunai (BST) 

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Kades Pasir Talaga, Yani Utari Indrayani mengakui adanya pemotongan Potongan Bantuan Sosial Tunai (BST) 50 persen. Alasannya, karena pihak pemerintah desa sudah tidak memiliki lagi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Yani mengungkapkan, hal itu dilakukan karena anggaran penanganan Covid-19 sebelumnya telah dicairkan oleh kades sebelumnya sebelum Pilkades, sehingga pihak pemerintah desa tidak memiliki anggaran untuk membantu warga yang terpapar Covid-19.

"Anggaran PPKM 2021 bersumber dari dana desa tidak ada. anggaran tersebut sudah dicairkan oleh kepala desa lama beberapa hari menjelang Pilkades dan tidak ada serah terima terkait peetanggungjawaban anggaran PPKM 2021 tersebut," kata Yani dalam siaran tertulisnya kepada Tribun Jabar, Jumat (6/7/2021).

Baca juga: Terdampak Covid-19, Penyelenggara Transportasi Dapat Bantuan Sosial Dari Kemenhub dan Astra

Karena alasan tersebut, Yani berinisiasi untuk melakukan pemotongan BST tahap 5 dan 6.

"Atas dasar tersebut, kami berpikir bagaimana caranya  kami bisa membantu masyarakat yang terpapar Covid-19 dan yang melaksanakan isolasi mandiri. Maka muncul ide untuk menawarkan kepada warga yang menerima BST ke 5-6 untuk berbagi kepada warga yang terpapar Covid-19 dan yang terdampak yg blm pernah menerima bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Dipotong 50 Persen, Warga Diminta Tanda Tangan Surat Tanpa Dikasih Penjelasan

Yani juga membantah jika pemotongan tersebut tanpa dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Bahkan ia mengklaim telah mendapatkan persetujuan dari warga.

"(Kami) melakukan sosialisasi beberapa hari sebelum penyaluran BST. Sosialisasi ini menjelaskan kepada warga mengenai maksud dan tujuan. tidak ada paksaan kepada warga yang tidak mau berbagi," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved