Senin, 27 April 2026

Sebelumnya Tulis Status RIP, Pemuda Ini Pamit Setelah Minta Tolong Belikan Sabun, Ternyata . . .

AM (17) mengakhiri hidup dengan cara menggantung di pohon pada Rabu (4/8/2021). Sebelumnya, dia sudah mengirim "sinyal".

Editor: Giri
Kompas
Ilustrasi Mayat - AM (17) mengakhiri hidup dengan cara menggantung di pohon pada Rabu (4/8/2021). Sebelum meninggal dengan cara tak wajar itu, warga Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebelumnya sudah mengirim "sinyal". 

TRIBUNJABAR.ID - AM (17) mengakhiri hidup dengan cara menggantung di pohon pada Rabu (4/8/2021). Sebelum meninggal dengan cara tak wajar itu, warga Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebelumnya sudah mengirim "sinyal".

Kapolsek Kupang Timur, Iptu Victor H Seputra, mengatakan, sehari sebelumnya korban diketahui masih terlihat biasa saat berinteraksi dengan kakak kandungnya.

Saat itu, kakak kandung korban sempat dimintai tolong korban untuk membelikan sabun cuci.

Tapi setelah itu korban pamit ke luar rumah dan tak kunjung kembali.

Orang tua korban yang khawatir anaknya tak kunjung pulang, malam harinya sempat dilakukan pencarian.

Namun, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya pada Rabu pagi korban ditemukan sudah dalam keadaan tewas gantung diri di pohon lamtoro.

"Anaknya dicari sejak tadi malam karena hilang dari rumah, dan ditemukan gantung diri tadi pagi sekitar pukul 06.00 Wita," ucap Victor.

Mendapat laporan itu, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa kondisi luar korban.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Saat diperiksa, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Hanya terdapat luka bawaan akibat kerja di sawah," kata Viktor.

Dari penyelidikan sementara yang dilakukan, korban tewas diduga akibat sengaja mengakhiri hidup dengan cara menggantung.

Pemicunya karena diduga stres akibat penyakit bawaan yang dideritanya.

Pasalnya, saat ditemukan itu di sekujur tubuhnya terdapat luka melepuh yang disebabkan penyakit bawaannya tersebut.

"Dugaan sementara, AM stres akibat penyakit yang dideritanya," ujar Victor.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk diautopsi.

Dugaan bunuh diri itu juga diperkuat dari keterangan saudara sepupunya.

Menurut Victor, sepupunya mengaku sehari sebelumnya itu korban sempat membuat status di akun Facebook miliknya dengan kata 'RIP' (rest in peace).

Unggahan itu sempat memancing perhatian teman-temannya hingga mereka pun berkomentar.

"Setelah mengunggah status di medsos sehari sebelum ditemukan tewas, banyak teman-temannya yang mengomentari," kata Victor.

Saat itu korban masih membalas komentarnya.

Baca juga: Seorang Tunawisma Hanya Bisa Terbaring, Ternyata Demam dan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bahkan, AM mengundang teman-temannya untuk datang ke rumahnya.  (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/08/05/232516878/kronologi-seorang-remaja-ditemukan-tewas-gantung-diri-sehari-sebelumnya?page=all#page2.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved