Breaking News:

PHRI Purwakarta Sebut Pengusaha Hotel dan Restoran Sudah Tercekik, Dua Hotel Akan Segera Dijual

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Purwakarta sudah merasa tercekik dengan adanya penerapan dari PPKM Darurat maupun PPKM Level 4

TRIBUNJABAR.ID/DWIKI MAULANA VELLAYATI
Suasana Hotel Grand Situ Buleud di Jalan Siliwangi, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta Kota, Kabupaten Purwakarta, Kamis, (5/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Purwakarta sudah merasa tercekik dengan adanya penerapan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun PPKM Level 4.

Bagaimana tidak, sebagian para pelaku usaha perhotelan maupun restoran yang berada di Kabupaten Purwakarta mengalami penurunan omzet yang drastis semenjak pandemi Covid-19 terutama adanya dari PPKM Darurat.

Bendahara sekaligus juru bicara PHRI Purwakarta, Ismail mengatakan, untuk sepenuhnya seluruh pelaku usaha perhotelan mengalami kehilangan pendapatan sebanyak 75 persen, bahkan kala penerapan PPKM lanjutan sudah dirasa minus dari pendapatannya.

Baca juga: Hotel Dijual Dengan Semua Aset, Izin Air Panas dan Aplikasi, Tak Kuat Beban Tinggi Pemasukan Minim

"Itu semenjak penerapan PPKM Darurat itu drastis penurunannya hampir 5 persen keuntungannya itu pun masih kotor, barusan juga saya dapat informasi sebagian perusahaan hotel pada minus pendapatannya,"  kata Ismail saat ditemui Tribunjabar.id, Kamis, (5/8/2021).

Menurut Ismail, banyaknya kebijakan dari PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 ini sangat merugikan mereka.

Salah satu contoh kebijakan tersebut yakni dengan penutupan sejumlah ruas jalan di tengah kota yang sangat mengganggu aktivitas dari perusahaan-perusahaan yang berada di tengah kota.

"Kami pernah membahas bersama Pemda Provinsi Jabar di Bandung, akses jalan itu kan kalo kita lihat terlepas itu juga kebijakan tapi tidak mengurangi tingkat terpapar Covid-19 malah sebaliknya tambah memperpuruk ekonomi," ujarnya.

Baca juga: Pengelola Hotel di Pangandaran Bingung dan Minta Kejelasan, PPKM Terus Diperpanjang

Ismail menambahkan, sejauh ini sudah terdapat dua hotel yang berada di Kabupaten Purwakarta yang meminta usaha hotelnya untuk dijual karena sudah tidak kuat lagi dengan kondisi saat ini yang dinilai sulit dari segi perekonomian.

"Di kami memang dari database dua hotel yang sudah tidak operasional sama sekali, faktornya banyak terlebih ekonomi, bahkan kemarin dari dua hotel tersebut yang mau dijual," ucap Ismail.

Sampai saat ini pihak dari PHRI Purwakarta sudah mengajak konsultasi kepada Pemerintah Kabupaten dalam menangani kasus ini namun hal tersebut masih belum bisa terealisasi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved