Breaking News:

Ketua PHRI Sebut Kondisi Hotel dan Restoran Penuh Kegamangan, Tamu Paling Banyak Tiga Orang

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Herman Muchtar menanggapi kejadian yang sempat ramai yakni anggota AKAR melukai diri

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
ILUSTRASI - Salah satu hotel dijual di Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (4/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun  Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Herman Muchtar menanggapi kejadian yang sempat ramai, yakni anggota Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) yang melakukan aksi melukai diri. 

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Herman mengungkapkan ia tidak tahu rencana yang dilakukan oleh Gan Bondillie atau lebih akrab disapa Bonbon tersebut. 

"Kalau seandainya pengurus PHRI dan AKAR tahu rencana Bonbon, pasti sudah kami larang. Nggak ada yang tahu, tahunya malah setelah kejadian," ujar Herman, Kamis (5/8/2021). 

Ia pun menyesalkan dengan adanya kejadian ini karena banyak orang yang mengalami hal sama. 

Namun Herman menegaskan bahwa Tuhan tidak akan memberikan kesulitan sesuai kemampuan. 

Adanya kejadian tersebut, dikatakan Herman,  menjadi sebuah kegamangan yang menggambarkan terpuruknya kondisi para pengusaha saat ini. 

"Pada bulan Mei, kami semua dalam rapat menyatakan bahwa pengusaha bisa bertahan hingga Juli 2021 dengan dana secukupnya," ucap Herman. 

Hal ini pun berdampak pada karyawan yang di rumahkan dan pengusaha kebingungan mau membayar pakai apa. 

Ia pun mengungkapkan kondisi karyawan hotelnya yang mulanya ada 80 kini tersisa 26 dan mereka jam kerjanya harus dibagi-bagi. 

"Tamu hotel pun paling banyak isinya 3. Menutupi keadaan minus 6 bulan masih mending, kalau sekarang sudah 1,5 tahun," ujarnya. 

Herman pun mengungkapkan bagaimana keadaan hotel dan restoran saat ini. 

"Pada Juni 2020 ada 560 hotel yang tutup 280 restoran yang tutup. Kemungkinan keadaannya lebih besar bulan Juni 2021 karena saat ini keadaan hotel di Jalan Cihampelas saja sudah ada 6 yang tutup dengan okupansi hotel di bawah 5 persen," ucapnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved