Breaking News:

Gan Bonddilie Lukai diri di Balai Kota, Kecewa Pemkot Bandung Ikuti Pemerintah Pusat soal PPKM

Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar Arif Maulana terkejut atas tindakan yang diambil oleh rekannya Gan Bonddilie yang melukai diri

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kondisi terkini Balai Kota Bandung, Jumat (23/7/2021) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar Arif Maulana terkejut atas tindakan yang diambil oleh rekannya Gan Bonddilie atau Bonbon yang melukai diri pada Rabu (4/8/2021) di depan gerbang Balaikota Bandung.

Arif mengaku kecewa juga marah tetapi tetap respect pada Bonbon. Apa yang dilakukannya itu, kata Arif sebagai bentuk ketidakpuasan pada Pemkot Bandung yang tak berani mengambil kebijakan berbeda dari pemerintah pusat.

"Kami kecewa atas keputusan pemerintah terhadap perpanjangan PPKM level 4 ini. Seharusnya Kota Bandung itu sudah tidak level 4," ujarnya melalui zoom meeting, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: FAKTA BARU di Balik Pria di Bandung Coba Akhiri Hidup di Balai Kota, Diungkap Sang Istri yang Kaget

Sosok Bonbon di mata Arif, tak sekedar aktif di AKAR melainkan aktif pada Tangan Di Atas (TDA). Selain itu, Bonbon dikenal sangat dekat dengan para pelaku UMKM se-Kota Bandung dan Cimahi.

"Sebenarnya saya melihat pengorbanan kang Bonbon itu bukan untuk dirinya sendiri melainkan agar pelaku UMKM bangkit. Jadi, kami hargai perjuangan dia. Tapi, tetap tak membenarkan atas caranya," ujarnya.

Selain itu, Arif juga membantah bahwa rekannya itu alami depresi sehingga lakukan upaya bunuh diri. Sebab, secara finansial, Arif menegaskan Bonbon tercukupi karena memiliki beberapa tempat usaha.

"Dia itu sosok yang komit dan tuntas. Kalau belum tercapai keinginannya maka dia itu mencari perhatian dengan caranya. Jadi, ini murni suarakan perjuangan meski saya tak sependapat dengan caranya. Saya tekankan, aksi Bonbon itu bukan upaya bunuh diri tapi cara komunikasi dia ke pemerintah bahwa rakyat sedang terkapar," ucapnya.

Pernyataan Arif yang menyebut tindakan Gan Bonddilie sebagai respon kekecewaan terhadap Pemkot Bandung yang mengikuti pemerintah pusat juga dikatakan oleh Gan Bonddilie dalam rekaman yang disebar sebelum kejadian.

"Hari ini luar biasa perjuangan tapi informasi yang kita ketahui di Kota Bandung khususnya, bahwasanya pemerintah tetap ikuti pemerintah pusat.  Yang saya harapkan selaku wakil ketua kemarin sudah mediasi dan Yana Mulyana (Wakil Wali Kota Bandung) siap pasang badan tapi disesalkan bahwasanya Pemkot Bandung ikuti pusat tidak berani tindakan. Saya selaku pengurus tetap beri yg terbaik untuk teman-teman. Perjuangan ini belum berakhir," kata Gan Bonddilie.

Baca juga: 5 Fakta Pria Bandung Coba Akhiri Hidup, Luka di Leher Masih Bisa Napas Hingga Sebar Rekaman Suara

Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar menambahkan 560 hotel tutup dan 280 restoran di Jabar alami gulung tikar dari dampak pandemi sampai Juni 2021. Selain itu, okupansi hotel berada di angka di bawah 5 persen, dengan bintang 3 dan 4 sudah ada yang tutup.

Herman Muchtar juga menanggapi terkait tindakan yang dilakukan Bonbon. Menurutnya, seandainya dia tahu apa yang hendak dilakukan tentunya pasti melarang. Namun, tindakan yang dilakukan Bonbon tak ada yang mengetahuinya.

"Enggak ada yang tahu. Semua tahu ketika sudah kejadian. Jadi, kami sesalkan tindakan itu," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved