Pelaku Transportasi di Kota Bandung Dapat Bansos Seribu Paket Sembako dari Ditjen Perhubungan Darat

Seribu paket sembako dibagikan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub secara simbolis, kepada para pelaku transportasi daring dan darat

Penulis: Cipta Permana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA
Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi sampaikan penjelasan kepada wartawan terkait Bansos seribu paket sembako yang dibagikan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub kepada para pelaku transportasi daring dan darat di Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung, Rabu (4/8/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seribu paket sembako dibagikan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub secara simbolis, kepada para pelaku transportasi daring dan darat di Kota Bandung. Kegiatan tersebut, disaksikan langsung oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung di Terminal Leuwipanjang

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, selain di Kota Bandung, pemberian bantuan ini pun dilakukan di beberapa kabupaten/kota di Indonesia, sebagai upaya meringankan beban masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan pemberlakuan kebijakan PPKM.

"Mitra pengemudi transportasi online dan angkot menurut Pak Menteri (Perhubungan), merupakan salah satu kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan karena berkurangnya penghasilan harian dari adanya pembatasan aktivitas masyarakat di masa pandemi Covid-19. Maka dari itu, hari itu, Kementerian Perhubungan bersama PT Astra International siapkan seribu paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar Bandung," ujarnya di Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung, Rabu (4/8/2021).

Budi menuturkan, meskipun saat ini pembagian bantuan belum dapat dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat, dan akan dilakukan secara bertahap, namun dengan hadirnya bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan masyarakat terdampak situasi pandemi Covid-19 dan PPKM.

Selain pemberian bantuan sosial bagi masyarakat, lanjutnya Kemenhub pun turut serta berperan aktif dalam upaya percepatan penanggulangan pandemi Covid-19, di antaranya penyelenggaraan vaksinasi massal dan penyediaan tempat isolasi mandiri di beberapa kabupaten/kota, seiring cukup banyaknya masyarakat yang terpapar Covid-19. 

Penyediaan tempat isolasi mandiri yang dilakukan oleh seluruh Ditjen di Kemenhub ini untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang terpapar Covid-19 dan membutuhkan tempat isolasi mandiri. 

"Penyediaan tempat isolasi mandiri ini karena selama ini banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa saat mereka terpapar dan memilih menjalani isolasi mandiri di rumah,  pilihan tersebut membuat kondisinya tidak terpantau secara langsung oleh petugas kesehatan, dan kalau sudah parah baru di bawa ke rumah sakit, sehingga banyak pasien covid-19 yang tidak tertolong," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku bersyukur dengan terus berdatangannya sejumlah bantuan dari Pemerintah Pusat dan berbagai pihak, guna membantu percepatan penanganan covid-19 bagi masyarakat di Jawa Barat.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Jawa Barat, saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat, termasuk hari ini oleh Kementerian Perhubungan. Karena dalam kondisi saat ini, upaya kolaborasi kerjasama dari seluruh pihak, menjadi cara paling tepat dan efektif dalam upaya percepatan penanganan pandemi covid-19 di masyarakat," ujarnya dilokasi yang sama.

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil itu, pun meminta kepada Pemerintah Pusat, bahwa selain stimulus bantuan sosial, yang paling dibutuhkan saat ini adalah distribusi dosis vaksin, dalam rangka mengejar capaian target vaksinasi masyarakat pada akhir tahun 2021. 

"Provinsi Jawa Barat itu berbeda dengan DKI Jakarta dan beberapa provinsi lainnya, dimana jumlah penduduk Jawa Barat itu mencapai 50 juta jiwa, yang berarti lima kali lipat lebih banyak dibandingkan DKI Jakarta. Akan tetapi selama ini jumlah dosis vaksin covid-19 yang di distribusikan bagi Jawa Barat selalu disamakan dengan wilayah DKI Jakarta, sehingga di tingkat perbandingan ketercapaian vaksinasi Covid-19, seolah Jawa Barat selalu rendah, padahal bukan kami lambat, tapi jumlah penduduk dan wilayah kabupaten/kota kami sangat besar," ucapnya.

Dengan demikian, dukungan yang paling dibutuhkan Jawa Barat saat ini dari Pemerintah Pusat, yaitu meningkatnya distribusi dosis vaksin Covid-19.

"Maka, jika saya di tanya bantuan apa yang paling dibutuhkan oleh Jawa Barat hari ini, saya sampaikan adalah dukungan vaksinasi covid-19, untuk mempercepat terbentuknya herd immunity," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved