Breaking News:

Hotel Dijual Dengan Semua Aset, Izin Air Panas dan Aplikasi, Tak Kuat Beban Tinggi Pemasukan Minim

Diberlakukannya PPKM membuat pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Bandung pontang panting, bahkan sampai ada yang akan menjual seluruh asetnya.

TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Salah satu hotel dijual di Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (4/8/2021). 

"Pokoknya kami rugi besar, biasanya malam minggu kalau full bisa dapat Rp 20 juta, kalau hari biasa bisa Rp 5 juta," kata Yanuar. 

Yanuar mengaku, kalau yang nawar sudah ada, cuma orang mungkin saat ini belum ada uang yang besar juga.

"Kami mintanya mah Rp 11 miliar (untuk hotel ini), luas wilayah ini 3.300 meter. Masih banyak tanah kosong, dijual semuanya dari mulai aset hingga surat perizinannya, aplikasi OYO, surat perizinan air hangat di Perhutani dan lainnya," ucapnya.

Yanuar mengatakan, pengurangan pegawai juga sampai lebih dari 50 persen, sekarang sisa 2 orang dari 10 orang.

"Takutnya gak bisa kegaji, bayar pakai apa. Sekarang ada tamu paling  sehari ada satu tamu, dua hari tiga hari gak ada," katanya.

Kalau bisa diharapkan Yanuar,  ada bantuan dari pemerintah memberi modal dengan cicilan ringan.

"Relaksasi perbankan lah. Kalau cicilan kan tetap harus bayar kita pendapatan dari mana, gak dibayar bunganya juga naik terus. Sekarang PPKM diperpanjang sudha we tambah bingung kita juga harus gimana, segini juga bisa bertahan," ucapnya.

Baca juga: Mantan Juru Masak Hotel, Banting Stir Jadi Tukang Surabi, Usaha Kini Terdampak Pandemi Covid-19

Yanuar mengatakan, ke hotelnya masih ada tamu satu dua orang  karena kerjasama dengan aplikasi OYO, tapi harganya minim.

"Hari ini ada tamu 1 ada dari OYO. Jadi pemasukaan sedikit pengeluaran banyak. Sehari biasanya masuk lah 10 tamu ada, sebelum PPKM," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved