Bantuan Sosial Tunai Dipotong 50 Persen, Warga Diminta Tanda Tangan Surat Tanpa Dikasih Penjelasan

Rumah Roski Angga Wijaya (29) tiba-tiba didatangi 10 warga Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Karawang.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Roski Angga Wijaya (kiri) bersama timnya mengadvokasi warga BST-nya dipotong. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Rumah Roski Angga Wijaya (29) tiba-tiba didatangi 10 warga Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Karawang.

Roski mendengarkan curhatan mereka yang mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial dan dipotong oleh pemerintah setempat.

"Awalnya saya juga cuek saja. Tetapi kasihan juga," kata Roski kepada Tribun Jabar di rumahnya yang terletak  di Dusun Pasirtalaga 2, Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Rabu (4/7/2021).

Ia menyebutkan penerima BST di Pasirtelaga sebanyak 281 warga.

Dari ratusan itu, Roski tidak mengetahui pasti berapa warga yang dipotong hingga Rp 300 ribu dari total bantuan Rp 600 ribu.

"Tidak semua warga dipotong, karena mereka berani menolak untuk memberikan," katanya.

Roski menceritakan, warga diminta tanda tangan surat pernyataan bersedia bantuannya dipotong sebelum penerimaan BST.

Warga hanya diminta tanda tangan tanpa mendapat penjelasan.

"Warga tidak membaca dan tidak dijelaskan. Mereka hanya disuruh tanda tangan oleh aparat desa," katanya.

Dalam isi surat pernyataan itu, dijelaskan pemotongan itu dilakukan untuk membantu secara sukarela bagi warga terpapar dan terdampak Covid-19 yang belum menerima bantuan apa pun.

Kemudian pada hari Selasa, warga mendapatkan BST dari kantor pos.

Kantor pos membagikan dengan mensentralkan di sejumlah rumah warga.

Saat dibagikan, sejumlah aparat desa sudah menunggu di jalan-jalan yang dilewati warga saat pulang.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved