Breaking News:

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Garut Menurun Tapi Level PPKM Malah Meningkat, Ada Kesalahan?

Setelah sebelumya berada di level tiga, Kabupaten Garut kini berada di level empat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Setelah sebelumya berada di level tiga, Kabupaten Garut kini berada di level empat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Naiknya level itu diduga penyebabnya adalah keterlambatan input data Pikobar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengatakan, keterlambatan input data itu diduga menjadi penyebab Garut kembali masuk level empat.

"Mungkin karena delay. Jadi, kita masuk Pikobar, Pikobar yang menyelesaikannya. Mohon maaf agak terlambat sehingga kondisi inilah yang menjadikan pemberat sehingga kita masuk ke level empat," ujarnya, Rabu (4/8/2021).

Padahal, menurutnya, angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut pada Juli tidak sebanyak Juni.

Kemudian tingkat BOR (bed ocupancy rate), menurut Nurdin, ada di angka rendah yakni berada di kisaran 25 persen.

"Tingkat BOR juga sangat kecil sekarang. Kemarin kisaran 25-an, apalagi dua isoter kita sudah hilang," ungkap Nurdin.

Baca juga: Wali Kota Bandung Prihatin Pengusaha Coba Akhiri Hidup Gara-gara PPKM, Oded Berdoa Segera Sembuh

Meskipun demikian, pihaknya akan tetap menerapkan aturan penanganan Covid-19 sesuai level yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi, mengatakan pihaknya akan tetap melakukan penindakan dengan operasi yustisi untuk para pelanggar.

"Untuk penindakan hari ini saja ada tiga. Oleh karena itu level empat ini kita akan tetap melakukan operasi yustisi dengan satpol PP dan pihak kepolisian," ucapnya.

Sugeng menjelaskan, selama penindakan di masa PPKM, Satgas Covid-19 memperoleh dana dari denda penerimaan negara bukan pajak  (PNBP)

"Untuk denda PNBP yang kita peroleh hampir seratus (juta) lebih, langsung ditransfer ke kas negara," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved