BPOM Bongkar Gudang Penyimpanan Obat-obatan Tertentu Senilai Rp 1 Miliar, Dijual Ilegal

Kepala BBPOM Bandung, Susan Gracia Arphan mengatakan, obat-obatan tertentu yang berhasil disita dari gudang tersebut mencapai Rp 1 miliar.

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan obat-obatan tertentu di Jalan Cigugur, Kota Cimahi dibongkar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan obat-obatan tertentu di Jalan Cigugur, Kota Cimahi dibongkar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung.

Pengungkapan itu dilakukan pada Selasa 25 Mei 2021, setelah mendapat informasi dari mayarakat tentang adanya obat-obatan tertentu yang dijual bebas ke masyarakat secara ilegal.

Kepala BBPOM Bandung, Susan Gracia Arphan mengatakan, obat-obatan tertentu yang berhasil disita dari gudang tersebut mencapai Rp 1 miliar.

"Jadi, kami melakukan pendalaman investigasi dan pada akhir Mei dilakukan penindakan dan ditemukan satu gudang yang mereka mendistribusikan obat-obatan tertentu seperti tramadol, hexymer dan lain-lain. Itu dijual kepada orang-orang yang datang," ujar Susan Gracia Arphan, di kantor BBPOM Bandung, Jalan Dr Djunjunan Kota Bandung, Selasa (3/8/2021).

Adapun obat-obatan yang ditemukan tersebut terdiri dari tablet kuning bertuliskan SMP 870 tablet, tablet kuning bertuliskan mf 4.664 tablet, tramadol HCI 50 mg sebanyak 834 tablet, seledryl kaplet 624 kaplet, trihexyphenidyl tablet 2 mg sebanyak 370 tablet, hexymer 2 trihexyphenidyl 2 mg sebanyak 17 botol atau 1.000 tablet.

Kemudian tablet putih bertuliskan Y sebanyak 27 botol atau 1.000 tablet, tablet kuning bertuliskan SMP 222 bungkus atau 10 tablet, tablet kuning bertuliskan mf 1.612 bungkus, tablet kuning bertuliskan mf sebanyak 850 bungkus, tablet kuning bertuliskan mf 992 bungkus, tablet kuning bertuliskan mf 281 tablet, seledryl kaplet 147 strup, tramadol HCI tablet 50 mg sebanyak 375 strip, trihexyphenidyl kemasan kecil 45 strip pendek.

Baca juga: Airlangga Pastikan Obat-Obatan dan Oksigen untuk Luar Jawa – Bali Masih Aman

"Nilai temuannya Rp 1,1 miliar," katanya.

Menurut dia, dampak dari penggunaan obat-obatan tertentu yang dikonsumsi tanpa resep dokter dapat berakibat pada kesehatan mulai dari halusinasi, gangguan mental, hypertensi, gelisah, jantung berdebat cepat tak beraturan hingga sesak nafas.

Berdasarkan informasi yang didapat Susan, obat-obatan yang dijual toko tersebut kerap dibeli oleh remaja.

"Mereka bertanya karena banyak remaja menggunakan, membahayakan kesehatan apalagi remaja yang menggunkan merusak generasi kita ke depan," ucapnya.

Kasus ini, kata dia, sudah tahap dua. Tersangka dan barang bukti segera bakal dilimpahkan ke kejaksaan.

Dalam kasus tersebut, sudah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Di sini kami mengimbau kepada masyarakat terutama di masa pandemi berhati-hati konsumsi obat-obatan. Kalau obat keras harus resep dokter," katanya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Isoman di Kota Tasikmalaya Mulai Mendapatkan Bantuan Obat-obatan dan Vitamin

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved