Breaking News:

Sempat Diterima Tidak Penuh, Insentif untuk Tenaga Kesehatan di Garut Akan Dibayarkan 100 Persen

Insentif untuk tenaga kesehatan di Garut akan ditambah hingga 100 persen, sebelumnya ramai diperbincangkan karena para nakes menerima 40 persen

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Sidqi
Aktifitas di RSUD dr Slamet 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Insentif untuk tenaga kesehatan di Garut akan ditambah hingga 100 persen setelah sebelumnya ramai diperbincangkan karena para nakes yang bekerja di rumah sakit rujukan Covid-19 hanya menerima 40 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman. Ia menjelaskan bahwa sudah ada keputusan bersama antara Kemenkes dan Kemendagri untuk membayarkan intensif untuk nakes secara penuh.

"Ada kabar baik keputusan bersama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri bahwa insentif akan kita bayarkan sesuai standar dari pemerintah pusat," ujarnya, Senin (2/8/2021).

Itu artinya, insentif tersebut meskipun bersumber dari anggaran pemerintah daerah besarannya akan sama dengan anggaran yang bersumber dari APBN namun pihaknya akan kembali mendata kembali calon kriteria penerima.

"Ketentuannya kita harus bayar full, karena itu harus full maka kita akan lihat lagi kriterianya sesuai juknis yang ada," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, ada potongan insentif bagi tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD dr Slamet Garut, potongannya sebesar 60 persen.

Irna (27) bukan nama sebenarnya, salah seorang nakes yang bertugas di RSUD dr Slamet Garut mengatakan dirinya hanya menerima insentif sebesar 40 persen dari yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Guru dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Bandung Non ASN Kini Dapat Insentif Per Bulan Sebesar Ini

"Kami para nakes di RSUD dr Slamet Garut kecewa karena insentif yang diterima hanya 40 persen saja," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar (28/7/2021).

Irna menjelaskan pemberian intensif tersebut tidak adil lantaran beban kerja di rumah sakit rujukan sangatlah besar dibandingkan rumah sakit lainnya.

"Nakes di faskes lain sesuai tapi kok di RSUD dr Slamet Garut yang merupakan rumah sakit rujukan yang setiap menangani pasien Covid-19 cuma nerima 40 persen," ucapnya.

Selain itu, beberapa nakes di Garut pun menyerbu akun Instagram Wakil Bupati Garut Helmi Budiman yang sebelumnya mengunggah informasi mengenai insentif untuk para nakes yang bertugas di RSUD dr Slamet Garut.(*)

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Garut Pertanyakan Insentif Penanganan Covid-19 yang Tidak Diterima Penuh

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved