Breaking News:

Pesta Minuman Oplosan Berujung Petaka, Seorang Pemuda di Purwakarta Meregang Nyawa

Seorang pemuda meregang nyawa setelah pesta minuman oplosan di Plered, Purwakarta.

Tribun Jambi/Rian Aidilfi
Ilustrasi minuman keras oplosan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang pemuda berinisial IT (23) warga Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tewas diduga seusai pesta minuman keras oplosan atau minuman oplosan bersama dengan empat teman lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (28/7/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Adapun korban selamat yakni, RF (20), R (26), D (35), dan DN (29) yang juga masih merupakan warga dari Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kapolsek Plered Polres Purwakarta Kompol Winarsa mengatakan, kronologi kejadian berawal dari korban bersama empat temannya yang mengoplos air mineral dengan bahan kimia yang dibeli korban dari wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Korban bersama teman-temannya mengoplos minuman berupa air mentah sebanyak 1 galon dicampur dengan zat kimia yang dibeli dari Kabupaten Bekasi kemudian dicampur dengan sirop orson sebanyak setengah botol, minuman berenergi tidak diketahui jumlahnya, dimasukkan ke dalam galon," kata Kompol Winarsa, Senin, (2/8/2021).

Menurut Winarsa, seusai meminum miras oplosan tersebut kelima pemuda termasuk korban meninggal mengalami muntah-muntah dan merasakan pusing kepala.

Empat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta oleh keluarga untuk ditangani secara medis.

"Para korban sempat minum-minum sambil begadang sampai pagi hari. Dan pada keesokan harinya korban rata-rata mengalami muntah-muntah dan pusing kepala lalu dilarikan ke rumah sakit," ujar Winarsa.

Namun nahas, korban meninggal dunia IT tidak langsun dilarikan ke rumah sakit.

Ia sempat mengalami kritis baru dibawa ke rumah sakit.

Namun nyawa korban tak bisa diselamatkan.

"Dan yang paling parah di antara korban lain adalah korban IT. Namun oleh keluarga korban yang bersangkutan tidak langsung dibawa ke rumah sakit dan hanya diberi air kelapa dan dirawat di rumah. Kemudian pada hari Sabtu korban mengalami kritis sehingga oleh keluarganya dilarikan ke rumah sakit Thamrin namun nyawanya tidak dapat tertolong," ucap Winarsa.

Baca juga: Tak Terima Ditegur saat Pesta Miras, 3 Remaja di Bandung Barat Keroyok Pria Paruh Baya hingga Tewas

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved