Breaking News:

Aniaya Dua Pelajar, Seorang Anggota TNI Ditahan di Kupang

Komandan Kodim 1618 TTU Letkol Arm Roni Junaidi langsung bergegas ke rumah orangtua kedua pelajar itu untuk meminta maaf

Editor: Tarsisius Sutomonaio
geotimes
Ilustrasi penganiayaan pada anak 

TRIBUNJABAR.ID, KUPANG- Seorang anggota TNI menganiaya dua pelajar di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibatnya, anggota TNI bernama Kopral EP itu ditahan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom).

Kopral EP yang bertugas di Koramil Manufui, TTU, menganiaya dua pelajar SMP dan SMA, yakni JU (15) dan YN (17).

Setelah kejadian penganiayaan itu, anggota Denpom datang ke Kabupaten TTU untuk menjemput Kopral EP.

"Yang bersangkutan (EP) telah kami tahan sejak kemarin di Kupang," ujar Komandan Denpom IX/1 Kupang Letkol Cpm Joao Cesar Dacosta Corte saat dihubungi Kompas.com, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Pasangan Suami Istri Dianiaya Gara-gara Dituduh Punya Ilmu Guna-guna, Sang Istri Tewas

Menurut Joao, Denpom juga menunggu hasil rontgen korban dari Rumah Sakit Leona Kefamenanu, untuk kepentingan proses hukum.  Hasil visum dan rontgen akan dijadikan sebagai alat bukti hukum bagi pelaku.

"Intinya, kita akan proses sesuai aturan hukum yang berlaku," ujar Joao. Menurut Joao, Kopral EP akan diminta bertanggung jawab atas kasus penganiayaan itu.

"Salah satu langkah tegas yang kita lakukan adalah langsung menahan oknum anggota tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Joao.

Sebelumnya diberitakan, JU dan YN babak belur dihajar seorang anggota TNI, yakni Kopral EP. 

Kedua korban harus mendapatkan perawatan intensif di Puskemas Manufui. Kakak kandung YN berinisial MN mengatakan, adiknya dianiaya di rumah mereka di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Jumat (30/7/2021) malam.

Baca juga: Beredar Video Kepala Pria di Papua Diinjak Oknum Anggota TNI AU, Komnas HAM Langsung Bereaksi

"Adik saya YN dan JU, dianiaya oleh anggota TNI dari Koramil Biboki Selatan, Kopral Kepala EP, karena dianggap melanggar protokol Covid-19," ujar MN, Sabtu kemarin.

Komandan Kodim 1618 TTU Letkol Arm Roni Junaidi langsung bergegas menuju rumah orangtua korban untuk meminta maaf dan bertemu dengan para korban.

Menurut Roni, pihaknya bertanggung jawab penuh dengan kejadian ini. Seluruh biaya pengobatan terhadap YN di Rumah Sakit Umum Leona, akan ditanggung oleh pihak TNI.

"Kita harus mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk menangani YN. Intinya kita laksanakan yang terbaik. Kasihan orangtuanya," ujar Roni. (Penulis : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anggota TNI Penganiaya 2 Pelajar Akhirnya Ditahan Denpom Kupang "

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved