Breaking News:

Pemda KBB Mulai Mewaspadai Cuaca Ekstrem, Ini Langkah Antisipasinya 

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengatakan Pemda KBB sudah membuat langkah antisipasi bencana alam akibat cuaca ekstrem

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat ( Pemda KBB ) meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem karena beberapa waktu terakhir cuaca di wilayah ini sudah tidak dapat diprediksi. 

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengatakan Pemda KBB sudah melakukan langkah antisipasi bencana alam akibat cuaca ekstrem tersebut.

"Kita ketahui bersama kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi terkadang panas dan enggak lama langsung hujan dengan intensitas tinggi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Sejauh ini, kata Hengky, Pemda KBB telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB untuk memastikan saluran drainase di lokasi rawan banjir dipastikan berfungsi.

Ia mengatakan upaya itu dilakukan karena potensi bencana alam bisa sewaktu-waktu terjadi sehingga kesiapsiagaan dinas terkait sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Baca juga: Sejumlah Tempat Wisata, Hotel, dan Restoran Kabupaten Bandung Kibarkan Bendera Putih

"Selain Dinas PUTR, kita pun menyiagakan BPBD KBB menjelang musim kemarau mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah," kata Hengky Kurniawan.

Pemda KBB juga mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan juga menjaga kebugaran tubuh disaat cuaca ekstrem seperti saat ini.

"Selain konsisten menjalankan protokol kesehatan Covid-19, jangan lupa berolahraga teratur walaupun dilakukan di rumah," ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo, menyebut berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau di KBB tahun terjadi di September.

Karena itu, PPBD uga meminta agar warga menyiapkan diri untuk menghadapi puncak kemarau tersebut.

"Saat ini musim hujan sudah mulai berakhir, pada Mei sampai Juni masih ada curah hujan, namun dengan intensitas ringan," kata Duddy.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved