Breaking News:

Dahsyatnya Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata, Lontarkan Lava Pijar Picu Kebakaran Hutan

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggar Timur mengalami erupsi sejak 28 Juli dan 30 Juli 2021.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Dok PVMBG
Kondisi kebakaran hutan di Gunung Ile Lewotolok pada 28 Juli 2021 pukul 23:17 WITA 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggar Timur mengalami erupsi sejak 28 Juli dan 30 Juli 2021.

Erupsi Gunung Ili Lewotolok pada 28 juli melontarkan lava pijar dengan jangkauan 700-800 meter ke segala arah.

"Lontaran lava pijar harij ini mengakibatkan dan menjadi awal kebekaran hutan di lereng Gunung Ili Lewotolok," kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Andiani dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun pada Minggu (1/8/2021).

Berdasarkan data pemantauan PVMBG, erupsi Gunung Ili Lewotolok melontarkan lava pijar dan gemuruh yang kuat.

"Pada 30 Juli 2021, jangkauan lontaran lava pijar sejauh kurang lebih 1km ke arah tenggara," katanya.

Dari pemantauan itu, kata Andiani, PVMBG menyebut bahwa lontaran lava pijar gunung dengan ketinggian 1423 mdpl itu mengakibatkan kebakaran hutan.

Kebakaran hutan akibat lontaran lava pijar erupsi Gunung Ili Lewotolok sempat meluas karena kondisi cuaca panas dan kering musim kemarau. Kebakaran hutan ini teramati hingga 29 Juli 2021 malam.

Baca juga: Fasilitas Lengkap, Rusunawa Universitas Swadaya Gunung Jati Jadi Tempat Isolasi Tanpa Batas Waktu

Kemudian pad 30 Juli 2021 masih terpantau titik api namun perlahan mulai berkurang dan berangsur padam.

"Hingga saat ini kebakaran masih melanda wilayah yang berada di dalam radius 2 km dari puncak. PVMBG melalui Pos PGA Ili Lewotolok telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait kejadian kebakaran ini," kata dia.

PVMBG mengingatkan potensi bahaya dari erupsi gunung api tersebut yang masih tinggi dan berada pada level III atau siaga sejak 29 November 2020.

Kebakaran hutan masih berpotensi terjadi jika ada erupsi dengan lontaran lava pijar menjangkau kawasan vegetasi.

"Dalam tingkat aktivitas Level Ill Siaga, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak kawah gunung dan mewaspadai kemungkinan terjadi longsor," ucapnya.

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya maka masyarakat yang berada di sekitar gunung agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved