Bobol Rekening Nasabah Rp 1,4 Miliar, Pegawai Bank Ini Pura-pura Bantu Bikin M-Banking

Ia membobol rekening nasabah hingga Rp 1,4 miliar. Uang dipakai pegawai bank itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan permainan judi online

TRIBUN JABAR
Ilustrasi penipuan pegawai bank yang membobol rekening nasabah. 

TRIBUNJABAR.ID, DENPASAR- Seorang pegawai bank di Kota Denpasar, Bali, I Gede Adnya Susila,  (25) nekat membobol rekening nasabah di tempatnya bekerja.

Ia membobol rekening nasabah hingga Rp 1,4 miliar. Uang dipakai pegawai bank itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan permainan judi online.

Akibat perbuatannya itu, sang pegawai bank divonis pidana penjara lima tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Sidang vonis digelar secara daring, Kamis 29 Juli 2021. Penasihat hukum terdakwa, Pipit Prabhawanty,  menerima hukuman bagi pria kelahiran Singaraja, 26 Juli 1996, tersebut. 

Putusan majelis hakim terhadap pegawai bank itu lebih ringan dua tahun dibanding tuntutan yang diajukan JPU.

JPU M Anugrah Agung Saputra Faizal melayangkan tuntutan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 2 miliar subsider enam bulan penjara terhadap terdakwa.

Baca juga: Mantan Pegawai Bank di Majalengka Ini Edarkan Uang Palsu, Total Rp 600 Juta Sampai ke Kalimantan

Meski demikian, majelis hakim dalam amar putusannya sependapat dengan dakwaan JPU. Terdakwa dikenakan dakwaan berlapis.

Ia dinyatakan terbukti melanggar Pasal  32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ia juga dianggap melanggar Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Menjatuhkan pidana terhadap I Gede Adnya Susila dengan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan dan denda Rp 2 miliar subsider 3 bulan penjara," kata Hakim Ketua I Putu Suyoga.

Dalam surat dakwaan JPU, terdakwa bekerja sebagai management training di sebuah bank di Denpasar.

Sejak 4 April 2019, ia ditugaskan sebagai marketing kredit di bank tersebut.

Kejadian ini bermula ketika terdakwa menghubungi istri nasabah bank atas nama I Made Darmawan (saksi), tanggal 18 Juni 2020. Terdakwa memberitahukan akan datang ke warung saksi untuk bertemu.

Baca juga: Pramugari Cantik dan Pegawai Bank Diperiksa Polda Jabar, Terkait Kasus Prostitusi

Keesokan harinya sekitar pukul 13.00 Wita, terdakwa datang ke warung saksi dan memberitahukan ada produk layanan perbankan yang harus diaktifkan, yaitu aplikasi Lestari Mobile.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved