Breaking News:

TKW Indramayu Meninggal

Gaji Masripah, TKW yang Meninggal di Turki Terancam Tak Dibayarkan, Alasannya Karena Kondisi Ini

Masripah, Pekerja Migran Indonesia warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Indramayu yang meninggal di Turki, gajinya terancam tak dibayarkan

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Darajat Arianto
DOKUMENTASI KOMPAS.COM
Illustrasi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Masripah (36), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia di Turki.

Hanya saja, gajinya terancam tidak bisa dibayarkan.

Kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki, pihak agensi mengklaim, Masripah disebut belum bekerja dan lebih dahulu meninggal dunia karena terkonfirmasi Covid-19.

Hal tersebut pun dipertanyakan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.

Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, sebelum meninggal dunia, Masripah sudah bekerja di rumah majikan walau hanya 1 hari.

"Kami ada bukti-buktinya bahwa dia sudah bekerja walau 1 hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (10/7/2021).

Bukti itu, disampaikan Juwarih berupa video saat Masripah tengah berada di rumah majikannya pada hari pertama ia bekerja.

Bukti lainnya, yakni berupa pesan chat Masripah kepada sang suami ketika mengabarkan ia sudah mulai bekerja.

Dengan bukti itu, gaji yang menjadi hak TKW yang bersangkutan walau satu hari bekerja seharusnya bisa dibayarkan oleh pihak majikan.

"Dia di Turki sudah bekerja 1 hari, bagaimana pun dia punya hak," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved