Breaking News:

BOR Rumah Sakit di Bandung Barat Turun Signifikan, Kini Berada di Angka 48 Persen

BOR di Bandung Barat saat ini sudah berada di angkat 48 persen, sedangkan sebelumnya masih berada di angka 68 persen.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
BOR Rumah Sakit di Bandung Barat Turun Signifikan, Kini Berada di Angka 48 Persen
M. Syarif Abdusalam
KAMAR RAWAT INAP - Perawat menata tempat tidur di sebuah kamar kelas III RSUD Cililin. Perbandingan jumlah tempat tidur antara kamar kelas II dan kelas III yang hanya berselisih satu tempat tidur membuat kamar kelas III terkesan eksklusif.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan, BOR di Bandung Barat saat ini sudah berada di angkat 48 persen, sedangkan sebelumnya masih berada di angka 68 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasyihan, mengatakan, penurunan BOR tersebut karena sudah banyak pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

"Sehari penambahan kasus positif Covid-19 di Bandung Barat berkisar antara 100-150 kasus. Namun angka tersebut cenderung fluktuatif, cukup banyak juga yang dinyatakan sembuh," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (30/7/2021).

Faktor lain yang mempengaruhi menurunnya BOR tersebut, kata Nurul, karena untuk KBB saat ini banyak juga pasien yang isolasi mandiri, terutama untuk pasien yang bergejala ringan.

"Sedangkan yang dirawat di rumah sakit itu kan, yang gejalanya sedang hingga berat," kata Nurul.

Sementara terkait tingginya penambahan kasus Covid-19 di Bandung Barat, karena pelaksanaan tracing dan testing juga sangat tinggi. Sebab, KBB ditargetkan Pemprov Jabar untuk melakukan tes Covid-19 sebanyak 3.622 tes perhari.

Baca juga: BOR Rumah Sakit di Ciamis Kembali Tinggi, Capai 82,76 persen, Tertinggi di Jabar

"Kita diarahkan meningkatkan tracing dan testing Otomatis harus semakin tinggi, jadi akan terlihat gambarannya, dan trennya berbanding lurus dengan temuan kasus baru," ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan berupaya mengejar target testing harian yang sudah dicanangkan tersebut dengan menerapkan strategi yang bisa mengefektifkan SDM yang ada meskipun banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

"Strateginya kita bagi rata dulu per puskesmas, jadi jatahnya sekitar 100-150 orang setiap puskesmas, karena di kita ada 32 puskesmas," kata Nurul.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kota Bandung: Kasus Positif Masih Tinggi, BOR Menurun, Ketersediaan Oksigen Aman

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved