Breaking News:

Momen Kevin Sanjaya Banting Raket dan Kalah dari Malaysia di Olimpiade Tokyo 2020

Pebulutangkis ganda putra unggulan Indonesia Marcus Gideon/Kevin Sanjaya harus tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020 di babak perempat final.

Editor: Mega Nugraha
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, bertahan dari serangan ganda Taiwan, Lin Chia Yu/Hsiao-Lin Wu, pada babak pertama BCA Indonesia Open Superseries Premier 2015 di Istora, Senayan Jakarta. Marcus/Kevin menang 21-12, 21-14. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Pebulutangkis ganda putra unggulan Indonesia Marcus Gideon/Kevin Sanjaya harus tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020 di babak perempat final.

Pasangan ganda putra nomor 1 dunia itu dikalahkan ganda putra asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Woi Yik pada Kamis (29/7/2021).

Di laga itu, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya takluk dengan dua set langsung 14-21 dan 17-21. Pasangan ganda putra Malaysia itu sempat dikalahkan ganda putra Indonesia, Hendra/Ahsan.

Di laga itu, selama jalannya pertandingan, Marcus/Kevin tidak berkutik dan tidak bisa mengembangkan permainan. Sergapan di depan net yang jadi ciri khas Kevin Sanjaya nyaris tidak berfungsi.

Laga itu sempat diwarnai adegan emosional dari Kevin Sanjaya yang membanting raket saat servis Marcus Gideon dianggap terlalu tinggi oleh wasit. Keunggulan poin pun bertambah untuk ganda putra Malaysia.

Kevin Sanjaya mengaku sudah mempersiapkan diri semaksimal mungin saat sebelum laga. Namun, lawan bermain lebih siap.

“Lawan memang bermain lebih baik dari kami hari ini. Pemanasan juga sudah baik hari ini, tetapi ya memang lawan tampil baik saja,” kata Kevin, Kamis (29/7/2021).

“Persiapan kami juga maksimal, tapi hasilnya seperti ini. Terpenting, kami sudah berusaha semaksimal mungkin di sini,” sambungnya.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020: Ahsan/Hendra Tak Mau Dipengaruhi Kekalahan Marcus/Kevin

Sementara itu, Marcus juga mengakui dalam laga ini mereka bermain di bawah tekanan.

Marcus tidak menjelaskan tekanan seperti apa yang dimaksud, namun seperti diketahui ganda putra nomor satu dunia itu memang diharapkan bisa meraih medali emas di ajang ini sehingga tradisi emas dari cabor bulutangkis tetap ada.

“Kami memang sudah siap diri banget. Tapi, lawan bermain lebih baik dari kami karena mungkin mereka tampil nothing to lose. Sementara kami bermain di bawah tekanan,” jelas Marcus.

Pelatih Marcus/Kevin,  Herry Iman Pierngadi menyiratkan anak asuhnya berada dalam tekanan hingga tak mampu bermain lepas.

"Tadi saya melihat, permainan Marcus/Kevin terbawa pola lawan. Main panjang-panjang seperti itu," ungkap Herry IP, soal laga Marcus/Kevin melawan Lee/Wang.

"Selain itu, hari ini agak kurang in mainnya dibanding dua pertandingan sebelumnya. Banyak melakukan kesalahan sendiri,"  kata Herry.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kalah Beruntun di Dua Laga Olimpiade, Ada Apa Marcus/Kevin? Ini Pengakuan Mereka,

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved