Breaking News:

Harga Tomat Mahal, Tapi Petani di Lembang Justru Sedih, Ini Alasannya

Harga tomat dari tingkat petani terus mengalami kenaikan tapi kondisi ini justru tidak membuat petani senang justru sedih

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
Petani tomat Lembang- Harga tomat dari tingkat petani terus mengalami kenaikan tapi kondisi ini justru tidak membuat petani senang justru sedih 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Harga tomat dari tingkat petani di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tetapi petani merasa tidak senang dengan mahalnya harga tomat tersebut.

Harga tomat dari tingkat petani yang normalnya dijual Rp 5.000 perkilogram, saat ini mengalami kenaikan yang sangat tinggi hingga mencapai Rp 11 ribu perkilogram.

Petani asal Kampung Cisalasih, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Alit Sutisna (55), mengatakan, kenaikan harga tomat tersebut terjadi karena adanya kelangkaan pasokan dari sentra produksi pertanian sebagai dampak musim kemarau.

Baca juga: Sempat Turun hingga Sentuh Angka Rp 800 per Kg, Harga Jual Tomat di KBB Mulai Kembali Naik

"Iya tomat lagi mahal, Rp 11.000 perkilogram. Saat ini memang harganya sedang tinggi tapi kualitasnya jelek," ujarnya saat ditemui di Lembang, Kamis (28/7/2021).

Alit mengatakan, kenaikan harga tomat tersebut sudah terjadi sekitar 10 hari yang lalu, namun dirinya tidak terlalu menyambut baik kondisi ini, meskipun harga ditingkat petani sangat mahal.

Hal tersebut, kata Alut, karena dari 8 ribu pohon yang ditanam hanya menghasilkan sekitar 2 kuintal tomat akibat gagal panen, sehingga harga tomat yang mahal tidak disyukuri petani karena kualitasnya menurun.

petani tomat
petani tomat ()

"Tidak senang, kalau harga tinggi dengan tanam 8 ribu pohon terus dapat 2 kuintal berarti cuma dapat hasil Rp 2 juta lebih. Tapi kalau harga stabil, panennya banyak, misalkan sekali panen 2 ton dikali Rp 5.000 bisa dapat Rp 10 juta," katanya.

Menurutnya, harga tomat yang mahal tidak sebanding dengan beban pengeluaran yang dikeluarkan sejak awal tanam seperti untuk membeli pupuk, bibit, obat-obatan atau pestisida.

"Tidak sebanding, harga tomat tinggi justru kami kurang senang," ucap Alit.

Baca juga: Cobalah Rutin Minum Jus Tomat, Rasakan Manfaat Luar Biasanya Bagi Tubuh, Kurangi Risiko Kena Kanker

Sementara berdasarkan keterangan dari sejumlah petani lainnya di setra pertanian Lembang, harga-harga komoditas sayuran seperti buncis, cabai rawit merah dan cabai kriting turun.

Petani lainnya, Ading (52), mengatakan, harga sayuran yang sedang turun di antaranya buncis Rp 1.500 perkilogram, cabe rawit merah Rp 28 ribu perkilogram, dan cabe kriting Rp 15 ribu perkilogram.

"Cuma harga tomat yang sekarang lagi tinggi bisa sampai 12.500 perkilogram, pantas kalau harga di pasar juga ikut mahal," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved